Rabu, 03 Juli 2013
Mengejar restu Ayah -Part 5-
-Part 5-
He's Come back
***
“cakka”
“prissy”
***
“Gadis itu?” ucap shilla setelah keluar ari ruang rawat bunda idha. Pikirannya masih tentang gadis yang bernama prissy itu. Jangan-jangan... shilla segera membuang jauh pikiran negatifenya tentang prissy. Sekarang shilla berjalan tergesa-gesa menuju kantin. Perutnya dari tadi sudah minta dikasih makan, soalnya sejak diculik cakka tadi siang sampai malam kayak gini belum ada makanan yang masuk ke perut shilla. Saat akan masuk ke foodcourt, tiba-tiba..
BRUKK....
Shilla menabrak seorang pemuda bertubuh kekar, shilla teruduk di lantai. Seadangkan orang yang menabraknya memunguti berkas-berkas yang dibawanya, kemudian peuda itu mengulurkan tangannya didepan wajah shilla untuk membantunya berdiri. Tanpa pikir pabjang shilla menerima uluran tangan pemuda tersebut, saat menatap wajahnya shilla tertegun. Dia?
“ra..ka” Ucapnya lirih. Pemuda itu menatap shilla dari ujung kaki sampai ujung kepala *kebalik(?)*
“emm.. cila? Eh, shilla. Ashilla zahrantiara. Oh hy girl (memeluk shilla) I miss you.” Shilla masih tertegun.
“shilla.” Panggil cakka. Shilla segera terbangun dari lamunanya dan mendorong bahu raka lalu ia berlari ke arah cakka. Raka berjalan santai mendekati cakka dan shilla.
“siapa dia cil?” tanya raka sambil menunjuk wajah cakka. Cakka mrnyingkirkan jari raka dari wajahnya.
“gue pacarnya. Ayo shill kita pulang, udah malem.” Ucap cakka sambil merangkul shilla dan meninggalkan raka.
“Cuma pacar aja belagu.” Cakka menghentikan langkahnya dan membalik badannya sambil menatap raka dengan tatapan membunuh. Raka hanya tersenyum sinis.
“gue sama shilla udah bersama sejak kita kecil, lo kenal dia baru aja BELAGU.” Cakka menghampiri raka ran mncengkram kerah kemeja raka.
“lo, jangan pernah ganggu shilla lagi, atau nggak lo bakal ancur. Inget itu!” ancam cakka. Shilla menarik cakka
untuk meninggalkan raka.
***
Selama perjalanan, mereka hanya tenggelam dalam diam. Shilla masih bermain dengan kepingan memorinya.
Pagi ini bandung sangat cerah, dua orang bocah sedang bermain-main di sungai. Kedua bocah itu bernama raka dan cila.
“cila, pemandangan disini sangat indah loh. Sini!.” Ucap raka.
“enggak ah, cila takut jatuh. Batunya terlalu besar raka.”
“kan ada aku disini.”
“ish, apa sih raka.” Salting shilla.
Shilla menghampiri raka. Ia naik keatas sebuah batu besar itu, raka membatu shilla untuk naik ke atas batu, shilla berhasil naik kebatu besar itu. Tiba-tiba raka terpeleset saat hendak berdiri, dan akhirnya raka jatuh kesungai dan terbawa arus sungai.shilla langsung turun, ia memanggil-manggil nama raka, tak ada jawaban dari raka. Shilla memutuskan untuk duduk dibawah pohon yang rindang, ia menangis. Tiba-tiba ada yang mengelus rambutnya, shilla mendongak, ia langsung memeluk orang itu.
“raka, cila mohon, raka jangan pernah tinggalin cila ya.”
“raka janji.”
Keesokan Harinya, raka bersiap-siap untuk meninggalkan indonesia. Ya, hari ini dia akan pindah ke america. Raka menitipkan sebuah surat ke mamanya shilla.
Shilla’s room
Shilla masih bergulat dengan mimpinya, tiba-tiba mamanya mengetu pintu kamarnya. Shilla mendengus kesal. Masih ngantuk juga, batinnya.
“ada apa mah?” ucap shilla sambil mengucek-ucek matanya. Mamanya hanya memberikan sebuah amplop berwarna biru laut, warna kesukaannya. Tanpa pikir panjang shilla mengambilnya dan menutup pintu kamarnya kemudian ia duduk dipinggir tempat tidurnya. Ia masih mengamati surat yang diberikan mamanya tadi. Dari siapa ya, tanyanya dalam hati.
Akhirnya shilla membuka amplop berwarna biru laut tersebut. Surat ternyata, dari siapa ya? Tanya shilla dalam hati.
Dear Cila,
Cila, maafin raka ya. Raka harus pergi cila.
Maafin raka juga, nggak bisa nepatin janji raka waktu disungai kemarin.
Raka janji, raka akan balik ke indonesia, biar raka sama cila bisa hidup bersama.
Jangan lupain raka ya cila, raka sayang cila
Salam manis,
Raka
“RAKAAAAA!” teriak shilla histeris.
***
“seenaknya aja lo pergi, dan sekarang seenaknya juga lo balik ke kehidupan gue tanpa lo. Gue benci lo raka..!” teriak shilla dalam hati.
“shill?”panggil cakka.
“gue benci lo!.” Teriak shilla. Cakka hanya mengerutkan keningnya dan bertanya-tanya dalam hati apa yang dimaksud oleh gadisnya itu.
“shilla? Hey.” Panggil cakka sambil memegang pipi shilla. Shilla menatap cakka dan meminta maaf, cakka hanya tersenyum.
“udah sampai, turun gih. Udah malem.” Suruh cakka. Shilla mengecup pipi cakka dan mengucaokan GOODY NIGHT untuk cakka, setelah itu shilla langsung turun dari mobil cakka dan berlari menuju pintu rumahnya.
***
‘he's come back. tapi, lo cuma masa lalu gue raka. Cakka masa depan gue. Gue udah pendam dalem-dalem lo dan kenangan-kenangan kita. Life must go on raka.’ Batin shilla.
Ditempat lain.
“ngapain lo ngajak gue ketemuan malem-malem.”
“cuman mau ngajakin kerja sama doang.”
“kerja sama apaan?”
“.....” orang itu membisikan sesuatu.
“hahaha, gue terima.”
To be continued
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar