Rabu, 03 Juli 2013

Mengejar Restu Ayah -Part 11-


-Part 11-

***
Shilla berbaring di tempat tidurnya, menatap langit-langit kamarnya. serpihan memori-memori indah bersama cakka menari-nari dikepalanya.

Cakka mengajak shilla ke pantai. mereka berdua telah menghabiskan waktu dipantai berjam-jam. Shilla duduk dibawah pohon rindang yang terletak di pinggir pantai. ia sedang asyik mengotak-atik i-phonenya. Cakka berlari kearah shilla dengan membawa dua buah es kelapa muda. Shilla tersenyum kearah cakka.

"nih esnya."

"hehe.. makasih yaa cakkaa yang jelek kayak bebek :p" ucap shilla sambil mennerima es kelapa muda dari cakka(?)

Shill merebahkan kepalanya di bahu cakka, tangan kanan cakka bertengger di bahu kanan shilla (?). Shill memejamkan matanya menikmati angin sore pantai baron.

"shill..." shill hanya berdehem.

"walaupun hubungan kita ditentang sama ayah, lo jangan pernah nyerah ya shill :)" shilla mengubah posisi duduknya.

"tanpa loe surh pun gue bakal terus berjuang demi loe dan demi cinta kita."

"gue sayaaaangggg banget sama loe, jangan pernah tinggalin gue ya shill." shilla memeluk cakka dengan erat.

Shilla terseyum miris. "sekarang nggak ada yang perlu diperjuangin kka, semuanya terlah pergi bersama loe."

***

Hari ini shilla dan angel langsung bertolak ke aussie. shilla memutuskan untuk kuliah dan bekerja di aussie. Sebelum berangkat, shilla dan angel menyempatkan diri untuk pergi kemakam cakka.

"sebenernya sangat sulit kka buat ngelupain lo. gue minta maaf, gue nggak bisa terus-terusan di indo, kalo gue masih diindo buat gue semakin sulit buat ngelupain lo. baik-baik disana ya kka. i love you." ucap shilla sambil mengelus nisan cakka kemudian menciumnya dan berlalu.

***

'okidi shilla, cakka udah tenang disana. lo relain dia dan kembali melanjutkan hidup tanpa senyumnya.' ucap shilla menyemangati dirinya sendiri.

***

10.00 pm
Shilla dan Agel telah sampai dirumah keluarga Pieters. Shilla merebahkan tubuhnya disofa.

"kekamar lo sana." suruh angel.

"entaran napa, gue capek bolak-balik indo-aussie."

'kembali cerewet' batin angel sambil tersenyum.

Angel menaruh membereskan barnag-barangnya. Saat ia keluar dari kamarnya, ia melihat shilla tertidur di sofa. angel tersenyum. Semoga lo bisa ngelupain cakka dan hidup seperti biasa walaupun tanpa kehadirannya Batin angel sambil mengelus rambut shilla. Angel Segera mengambil selimut dan menyelimuti shilla yang tertidur nyenyak di sofa. Angel langsung kembali kekamarnya, ia takut kalo shilla terbangun.

Drrt.. Drrt.. Drrt..
Ponsel shilla bergetar, dengan nyawa masih setengah shilla mengambil ponselnya yang terletak di meja dan segera mengangkatnya.

"halo."

"WOY! LO MALES BANGET SIH?! JAM SEGINI BLM BANGUN!"

"WOY! SIPIT! DISINI MASIH PAGI BUTA ODONG!"

"oiya, gue lupa hehe."

"hmm.. ada berita apaan? semangat banget telpon gue."

"gue nemuin i-phone sama dompetnya cakka dibawah jurang."

"APA LO KATA?!"

"iya, kemungkinan ia jatoh kejurang....~"

"TAPI CAKKA UDAH NGGAK ADA VIN!." histeris shilla.

"Mayat yang dianggap cakka itu ditemuin dibawah bukit. sedangkan dompet dan ponsel cakka dibawah jurang. mustahil banget shill. apalagi isinya masih utuh kok."

"trus?"

"Truk yang nabrak cakka itu truk yang berisikan bahan bakar minyak. jadi, waktu ia nambrak cakka truk itu meledak karna ada percikan api dari motor cakka yang bergesekan dengan aspal. dan ternyata dibelakangnya cakka ada pengendara sepeda motor lain shill."

"jadi ada kemungkinan kalo cakka....~"

***

"awww.."

"Mas sudah sadar? jangan banyak bergerak dulu mas."

"gue dimana?"

"mas didesa suka Maju"

"kamu siapa?"

"saya.."

***

'bentar lagi lo bakalan jadi milik gue dan shilla? akan lebih hancur lagi ketika melihat pacarnya bersanding sama gue!'



Tidak ada komentar:

Posting Komentar