-Part 8-
Haruskah ku akhiri?
"abisnya lo nggak ngerespon gue sih. terpaksaaa yaaa itu."
"ah masa?" goda cakka.
"ih seriusss.." cakka tak menggubris perkataan shilla barusan. ia mendekatkan wajahnya ke wajah shilla. nafas mereka saling beradu. parfum cakka menusuk hidung shila. saat bibir mereka saling bersentuhan, tiba-tiba ada seorang perempuan memasuki kamar rawat shilla.
"dan gue bahagia banget. kepercayaan lo sama gue masih ada :)" batin silla
"CAKKA!" sontak cakka dan shilla menjauhkan diri mereka dan langsung menoleh kearah pintu. cakka dan shilla mendengus kesal.
"lo berdua ngapainnn?!" histeris via.
"lo ganggu tau nggak?" ujar cakka dengan bibir dimajukan 5cm (?).
"hahaha, bibir lo nggak usah dimanyun-manyun'in gitu tambah jelek tau cak.. hahahaha." balas via.
"lo kalo mau cari koko apin dia tadi keluar." ucap shilla yang sedari tadi bungkam.
"oh, gitu ya? oke bye. lanjutin tuh yang tadiii." ucap via yang langsung lari karna ia sadar sedang dipelototin dua sejoli ini.
Cakka dan shilla kembali dalam diam, rasanya canggung untuk mereka berbicara. Handphone cakka berdering, lantunan lagu yang dinyanyikan shilla menjadi nada dering di hpnya cakka. cakka segera mengangkat telfon itu dan keluar dari ruang shilla.
Saat sedang asyik bermain gadget, tiba-tiba ada seseorang memutar handle pintu. shilla tak mempedulikannya. mungkin cakka, pikirnya. shilla masih berkutat dengan gadgetnya. orang itu mendekati shilla, shilla masih tak berguman.
Langkah kaki orang itu terdengar jelas oleh shilla. shilla memandang orang itu, matanya terbelalak sambil menutup mulutnya agar tak mengeluarkan suara seditipun.
"elo?!"
"ahahhaha, hallo nyonya ashilla? apa kabar? udah lama ya kita nggak ketemu?"
"lo.. lo ngapain disini. jadi bener elo itu.."
"iya! gue cuma mau lo pergi dari kehidupan cakka dan orang-orang yang gue sayang!"
"ke..kenapaaa?"
"lo nggak ingat kejadia diparis itu? lo udah bunuh eizel! pacar gue yang paling gue sayangi!" shilla hanya diam dan mencerna kata-kata wanita itu. otaknya mulai bekerja, kepingan-kepingan memori itu kembali menari-nari dalam pikirannya.
Paris sore ini dilanda mendung, dua remaja sedang bermain ditaman dekat eiffel tower. Mereka sedang asyik bercanda. mereka berdua adalah eizel dan prissy.
Tiba-tiba prissy mengajak eizel pulang, eizel menuruti keinginan pacarnya itu. saat akan menyebrang jalan, eizel melihat shilla yang berada ditengah jalan sambil memunguti sayurannya yang jatuh.
Dari arah timur, ada sebuah mobil mini cooper dengan kecepatan tinggi, eizel yang melihat itu langsung mndorong shilla kepinggir jalan sedangkan eizel masih berada ditengah jalan.
BRAKK
eizel terlempar jauh, mobil mini cooper itupun langsung pergi meninggalkan eizel yang berlumuran darah. Prissy langsung menghampiri eizel begitupun dengan shilla.
Orang-orang langsung membawa eizel ke rumah sakit terdekat. namun nyawa eizel tak dapat ditolong. eizel kekurangan banyak darah. shilla ikut sedih dengan kematian eizel, biar bagaimanapun ia -eizel-adalah sahabat terbaiknya.
"vous! Vous avez tué mon copain!(kamu! kamu membunuh pacar saya!)" Ucap prissy sambil menunjuk kearah wajah shilla.
"désolé, mais je n'ai pas l'intention de nuire à mon meilleur ami! (Maaf, tapi saya tidak punya niat untuk menyakiti sahabatku!)" Jawab shilla dengan nadai setengah tinggi (?)
"jadi... kamu ahilla?" tanya prissy. shilla hanya mengangguk.
"Vous avez capturé les coeurs de ma copine (Kamu telah merebut hati pacar saya)" lanjut prissy.
"sorry, gue sama dia cuma sahabat, nggak kurang ataupun lebih. dan gue turut berduka cita atas kematian pacar lo." ucap shilla sambil meninggalkan prissy.
"Aku akan membalas semua yang telah kamu lakukan padaku dan eizel. aku akan membuatmu merasakan bagaimana kehilangan seseorang yang berharga dalam hidupmu, tunggu tanggal mainnya ashilla!"
Shilla hanya tersenyum miris mengingat semua kejadian itu. prissy memandanng shilla dengan tatapan membunuh. shilla meliriknya, lalu tersenyum.
"lo inget kan?! gue benci lo!." ucap prissy sambil mengeluarkan pisau lipatnya.
"kalo lo mau bunuh gue, bunuh aja lagi."balas shilla sambil tersenyum. prissy langsung menghampiri shilla dan akan menusuk perutnya. namun shilla bisa menghindar, ia menggunakan jurus karatenya yang ia pelajari beberapa tahun yang lalu.
tap..tap..tap..
suara langkah kaki alvin bergema, prissy yang mendengarnya langsung pergi agar tidak ketahuan leh siapapun.
"lo! liat aja nanti! gue akan buat lo bayar semuanya!" ucap prissy sambil melempar pisau lipatnya kearah shilla. shilla hanya meringis, kini pisau itu menyayat tangan kanannya.
***
"kok bisa gini sih shill?" tanya alvin.
"gue juga nggak tau ko, sebenci itu ya dia sama gue?"
"lain kali, lo ati-ati. prissy akan selalu nyakitin lo." naseht alvin, shilla hanya mengangguk.
'lo, udah buat gue menderita shill. gue bakal rebut semua kebahagiaan lo, melalui tangan orang lain.' ucap seseorang dari balik kaca ruang rawat shilla sambil tersenyum sinis.
***
"apa yah?!"
"iya, lusa pertunangan kamu akan segera dilaksanakan. semua undangan sudah disebar luaskan dan semua persiapannya sudah 90%"
"tapi yah, kenapa ayah nggak bilang sama cakka dulu?! cakka nggak suka kayak gini yah."
"CAKKA! CUKUP!" bentak ayah.
"kamu harusnya ngerti perasaan kka." ucap bunda cakka yang tiba-tiba muncul.
"apa dha?! kamu bilang apa? ngertiin kka? kka yang harus ngertiin ayah! dia itu susah diatur sejak berpacaran dengan shilla itu!"
"tapi kka rajin ibadah nggak masuk kepergaulan bebas kan yah? apa prissy, yg baru ayah kenal itu akan bisa menjaga cakka seperti shilla menjaga kka? pikir dong yah!" marah bunda idha, ayah tunggul cuma diam.
"besok aku sama kka akan kejakarata, kalo ayah nggak ngebatalin pertunangan itu. kita pisah."
"tapi dha." sela ayah tunggul. tapi bunda idha langsung membawa cakka masuk kedalam untuk membereskan soal pertunangan.
***
"gimana?"
"beres."
"bagus, kita hancurkan dia bersama-sama."
***
Shilla termenung di kamarnya sendiri, ia menatap slidelock i-phonenya. ya, hari ini shilla sudah dibolehkan pulang kerumahnya, namun tak ada kabar dari cakka. akhirnya ia memutuskan untuk menyalakan televisi sambil tiduran.
tiba-tiba sang mama mengetuk pintu kamarnya, shilla menyilahkannya untuk masuk. mamanya memberi shilla sebuah undangan berwarna ungu tersebut.
Cakka Nuraga
&
Agatha Pricilla
Akan segerra bertunangan pada :
Hari : Sabtu, 11 desember 2013
Jam : 7.30 pm
Tempat : Pricilla's ballroom
dimohon datang tepat waktu.
"jadi..." shilla menangis sejadi-jadinya.
***
"Kamu serius shill?" tanya orang tuanya.
"shilla serius ma, pa. shilla mau ambil kedokteran di aussie."
"tapi cakka?" tanya mamanya, shilla hanya tersenyum.
"baiklah kalo itu yang terbaik bagimu shill, papa bahagia jika kamu bahagia." ucap papanya.
Hari isabtu tanggal 111213, hari yang menyebalkan bagi cakka, karna dia akan segera bertunangan dengan orang yang sangat ia benci. cakka berharap shilla datang dan membatalkan pertunangan ini. Bundhanya kenapa juga ikut menyetujuinya? bukankah kemarin ia -bunda cakka- menolak pertunangan ini?
drrt.. drttt...
Handphone cakka berbunyi, ada pesan masuk dari shilla.
1 new message
From : heart :*
Cakka, aku turut bahagia ya atas pertunanganmu dengan prissy.
bahagiain dia ya :) Jangan pernah cari aku.
aku slalu ada dihatimu selamanyaa :)
-shilla-
Cakka membanting handphonnya, SHIT! ia segera pergi dari kamarnya dan memacu ninja hitamnya menuju rumah shilla.
TIng.. nong..
bunyi bel rumah shilla mengagetkan bi ijah -pembantu shilla- yang sedang embereskan rumah. ia segera berlari menuju pintu utama rumah ini.
"cari siapa ya den?"
"shilla nya ada bi?"
"non shila hari ini ke aussie den, baru aja tadi berangkat ke bandara." mndengar ucapan bia ijah, cakka langsung menuju bandara.
***
'haruskah kuakhiri semua?' batin shilla sambil memandang keluar jendela mobilnya.
"shilla." panggil mamanya.
"kamu yakin nak?" tanyanya, shilla hanya menganggukkan kepalanya.
'Good bye cakka, i will always love you.'
'don't leave me shilla, i can't llife without you'
To be continued

picture by : @Nafithaes1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar