Cinta Datang Karna Terbiasa
-2-
PLUK
Sebuah batu kerikil mendarat mulus dijidat shilla. Shilla mencak-mencak tak karuan, cakka hanya mengatakan satu kata "crazy." Shilla makin sebel dengan cakka.
'awas lo, gue buat cinta mati lo sama gue. liat aja. HUH! bebek kampret lo!' batin shilla. Tanpa shilla sadari, cakka menarik kedua sudut bibirnya. Shilla masih menggerutu tak jelas.
"ape lo liat-liat? naksir sama gue sang bidadari turun dari ninja?"sinis shilla, cakka tersenyum tipis. Shilla membalikan badannya menuju pintu belakang yang menghubungkan dapur dengan taman belakang. Cakka berjalan di belakang shilla.
Diluar memang sedang hujan deras, shilla langsung melepas heelsnya lalu melemparnya sembarangan dan langsung berlari menerobos derasnya hujan. Cakka hanya memperhatikannya dari ambang pintu.
Shilla masih asyik dengan hujan, ia tak mempedulikan make upnya yang telah luntur dan drees cantiknya yang menjadi basah. Ia masih menari-nari dibawah hujan. Begitulah cara ia mensyukuri nikmat tuhan.
Cakka melipat kedua tangannya di depan dada dan bersender dipintu. Ia masih memperhatikan setiap gerak-gerik shilla.
JEDERR *anggap suara pettir ya guys, jangan suara drum(?)*
Shilla langsung menutup kedua telinganya dan jatuh terduduk di rerumputan halus di taman. Cakka segera melemparkan tas punggungnya dan berlari menghampiri shilla, ia memegang kedua bahu shilla dan menatapnya.
"lo kenap..."
JEDERR
suara petir lagi-lagi terdengar sangat keras. belum sempat cakka melanjutkan pertanyaanya, shilla langsung memeluknya dan berteriak. Cakka mulai mengerti bahwa shilla takut petir, maka dari itu ia segera memapah shilla menuju kedalam rumah mewah keluarga zainal.
Cakka berteriak minta tolong kepada orang tua mereka, Orang tua mereka yang sedang ayik mengobrol langsung menghampiri cakka dan shilla. Om boy langsung memerintahkan kepada cakka untuk membawa shilla kekamarnya.
Shilla merasa tubuhnya sangat lemas dan akhirnya
BRUKK
tubuhnya kini tersungkur dilantai, cakka tersentak kaget dengan cekatan ia membopong tubuh shilla menuju kamar shilla.
Sesampainya di depan kamar shilla, cakka langsung menendang pintu kamar yang tertutup. Dengan cepat cakka langsung mnurunkan tubuh shilla ke tempat tidur berukuran king size itu dengan hati-hati.
"cakka, maaf ya om ngerepotin kamu." ujar om boy dari ambang pintu.
"nggak papa om, santai aja. Selama cakka bisa ngebantu pasti langsung cakka bantu sebisa cakka kok om."Om boy hanya tersenyum, anak sahabatnya ini ternyata sudah dewasa.
***
Keesokan harinya.
Kring.. Kring.. Kring..
Deringan jam weker berbentuk lingkarang yan gbergambar mobil balap f1 itu memecah keheningan di kamar bernuansa abu-abu milik shilla. Shilla yang merasa terganggu langsung melempar jam wekernya kesegala arah.
"aduh."rintih seseorang yang membuat shilla langsung sadar dari tidur indahnya.
"KYAAA! LO NGAPAIN DIKAMAR GUE!JANGAN-JANGAN LO.... OEMJIH! NO!" histeris shilla, orang itu langsung berjalan menghampiri shilla dan menyumpeli mulut shilla dengan kertas.
"asdafjcufngyfhctrgnsurhejeuiwdjhgf" orang itu kembali ke sofa dan memainkan ipadnya. Shilla membuang kertas yang singgah dimulutnya itu. Shilla enatap cakka dengan tatapan membunuh.
"gue disini disuruh nyokap bokap lo nemenin lo karna tadi malam mereka ada urusan di holland, mereka nitipin lo ke gue."ucap cakka yang menyadari sikap shilla. Shilla hanya membulatkan mulutnya sambil manggut-manggut.
"dan yang ganti baju lo nyokap lo. bukan gue. nyusain banget sih lo jadi cewek, suka ujan tapii takut petir. Mana pake acara pingsan segala nggak nyadar apa badan lo bentuknya kayak kodok jumbo tau nggak?"
"whatever.." ucap shilla santai.
Drt..Drtt..
1 new message
From : Ify
woy kunyuk!
semalem lo kemana? sialan lo!
Gue capek tau mempersiapkan semua!
eh, lo malah kagak dateng!
Tanggung jawab lo kunyukkkkkkk!
Shilla tertawa membaca sms dari sahabatnya itu. Cakka mengernyitkan dahinya ketika melihat shilla tertawa sendiri. Ia meletakan ipadnya di sofa dan berdiri menghampiri shilla. Shilla masih senyam senyum sambil menatap layar i-phone nya.
Cakka membungkukkan badannya -shilla lebih pendek dari cakka (dulu kebalik ya :( #flashback)-. Cakka menempelkan telapak tangannya didahi shilla, seolah-olah seperti dokter yang sedang memeriksa pasiennya. shilla segera menepis tangan cakka.
"ooh, masih demam ternyata." ucap cakka enteng. Shilla tak menggubrisnya, ia segera menyingkirkan tangan cakka dari hadapannya.
to : Ify
gue demam cungkring.
Nanti malem kita party sampe pagi.
jangan lupa ajak agni sama via!
Shilla segera mengirim pesan untuk ify. Cakka masih bengong melihat tingkah shilla. shilla melirik cakka sekilas.
"ngapain lo lirak-lirik? naksir?"ceplos shilla, cakka tak menggubris ucapan shilla ia kembali kesofa dan memainkan ipadnya lagi.
***
Pukul 11.30 kediaman keluarga zainal.
Shilla mengendap-endap melewati kamar tamu yang digunakan cakka. Ia segera mengambil kunci motornya yag tergantung di tembok ruang keluarga.
Shilla segera mengeluarkan motornya dari garasidan menuntun motornya keluar dari pekarangan rumah. tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya. Shilla berhenti.
"mau kemana lo?" tanya cakka.
"cari... em.. itu.."
"apaan?"
"gue mau cari makan, gue laper. bye."ucap shilla sambil menyelakan mesin motornya, pintu pagar rumahnya terbuka lebar. Shilla segera tanccap gas. Cakka hanya menggeleng pelan.
Drrt..drtt..
1 new message
From : *****
gue tunggu ditempat biasa.
jangan telat
Cakka segera memasukkan i-phonenya ke saku celana dan mengeluarkan kunci mobil teriosnya. Ia segera menuju ketempat biasa ia kunjungi bersama orang itu.
***
(@ Racing race.)
Shilla segera memarkirkan motornya dan melepas helm fullfacenya. tiga gadis cantik dan sexy mendatanginya.
"shilla!" teriak dua orang temannya yang memakai rok pendek dan tektop yang tertutup jaket kulit, mereka terlihat modis, sedangkan gadis satunya agak tomboy, ia memakai celana pendek dan kaos bergambar paris.
"jangan tereak-tereak nape? kuping gue masih sehat kali!"ucap shilla sambil mengelus-elus kedua telinganya. kedua temannya itu hanya nyengir.
"ag, hari ini gue tanding sama siapa?"
"emm.. hari ini lo tanding sama... debo. jam 12.05, 5 juta shill!"ucap agni sambil melihat buku yang dibawanya.
"oke. 15menit lagi."ucap shilla sambil melirik jam hitam yan gmelingkar di tangan kirinya.
Semua pengunjung racing race tiba-tiba menyingkir ketepi, dahi shilla mengerut. Ketiga temannya bersorak-sorak memanggil nama mereka, shilla hanya memandang cengoh keempat cowok yang mengendarai ninja 250cc.
shilla segera menutup telinganya dengan earphone yang setia menemaninya kala ia sedang bosan. Ia menghentak-hentakkan kakinya ketanah mendengar irama musik dari i-phonenya.
Ify mencabut kasar earphone shilla, shilla memandangnya sinis.
"apaan sih fy?!"kesal shilla.
"udah ditunggu lawan lo tuh di garis start." Shilla langsung menyalakan mesin motornya dan menuju garis start untuk bertanding.
Deruan dari kedua motor itu sangat kencan seperti singa yang sedang marah. Via menuju ketengah jalan sambil membawa sapu tangan berwarna merah.
"1, 2,3 .Ready? GO!"teriak via sambil menjatuhkan sapu tangannya.
Mereka -debo shilla- saling berlomba-lomba menuju garis finish. Awalnya shilla berada jauh dideban debo, tapi pada tikungan pertama debo melewati shilla. Shilla menambah kecepatan motornyaa.
Pertandingan terjadi sangat sengit. Jarak mereka tak terlalu jauh. Kini garis finish berada didepan mata, dan debo berada didepan shilla. dan...
CIIITTT
Motor shilla menjadi yang pertama melewati garis finish. Shilla segera melepas helm fulfacenya. Semua orang mengerumuni dirinya dan debo.
"nih."ucap debo sambl menyerahkan setumpukan uang berwarna merah.
"thanks."ucap shilla sambil tersenyum manis.
"jangan kapok balapan sama gue lagi ya deb! thanks duitnya, abis ini dateng ke basecamp gue ya! kita party!" ucap shillapenuh semangat, debo hanya mengangguk dan tersenyum.
***
Puluhan motor ninja terjejer rapi dipekarangan rumah mewah milik shilla yang ia beli menggunakan uangnya sendiri.
Suara musik terdengar sangat kencang. Orang-orang didalamnya menari-nari mengikuti irama.
Brum.. brum..
empat motor ninja berwarna putih, merah, hijau, dan hitam memasuki pekarangan rumah shilla. Mereka adalah CRAG, geng motor yang berkuasa di kota jogja dan ditakuti oleh semua komunitas.
Seorang cewek muncul dari dalam rumah, ia menghampiri salah satu anggota gen gcrag yang tak lain adalah pacarnya.
"hai sayang."ucap cewek itu sambil menghampiri dan memeluk pacarnya. Sang pacar mengelus lembut rambut pacarnya.
"masuk yuk guys!"teriak seorang cewek dari depan pintu. Mereka langsung turun dari motor masing-masing dan langsung menuju kedalam rumah.
"kka, gue, alvin sama iel kesana dulu ya?" ucap rio sambil merangkul pundak ify. Cakka hanya mengangguk dan mengacungkan jempolnya.
"oke guys! malam ini kita party sampe pagi!!! wooooo!"teriak seorang cewek dari lantai atas. (ceritanya rumahnya itu lantai dua dan dari lantai atas bisa liat ruangan dibawah *tau nggak?* *tauin aja oke?*)
cakka menatap gadis itu. shilla, ujarnya dalam hati. Cakka segera berlari menaiki anak tangga yang menghubungkan lantai satu dengan lantai dua. Cakka menarik tangan shilla.
"pulang."suruh cakka sambil menggenggam erat pergelangan shilla. Shilla meronta.
"lepasin!"teriak shilla sambil menghentakkan tangan cakka. Cakka segera merogoh sakunya dan mengeluarkan i-phonenya.
"lo mau ortu lo tau sifat asli lo?"ancam cakka, shilla hanya diam.
"ayo pulang."ucap cakka sambil menarik tangan shilla menuju keluar.
Beribu-ribu pertanyaan bersarang diotak agni, ia, dan ify yang melihat kejadian tadi. Shilla melihat kearah sahabatnya sambil tersenyum agar mereka tidak menghawatirkannya.
***
3.30am (@ Rumah Keluarga Zainal)
Motor ninja cakka memasuki pekarangan rumah. shilla segera turun dari motor cakka.
"bukannya lo kesini bawa mobil ya?" tanya shilla.
"tadi gue pulang dulu ambil motor." jawab cakka seadanya yang kemudian langsung masuk kedalam rumah.
"LAH?! MOTOR GUE GIMANA BEBEK KAMPRET!"teriak shilla yang baru ingat akan ninja hitamnya yang masih berada dibasecamp.
Cakka yang mendengarnya hanya tersenyum tipis.
"CAKKA BEBEK KAMPREEET!"teriak shilla dari luar. cakka membuka pintu depan.
"lo mau sampe kapan berdiri disitu sambil teriak-teriak? nggak takut jam segini banyak yang berkeliaran."ucap cakka sambil bersender dipintu. shilla bergidik ngeri, jujur ia takut dengan em.. dengan ya you knowlah. Shilla segera berlari kedalam rumah.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar