-Part 7-
Kembalinya kepercayaan cakka :)
BRAKK..
shilla tersungkur di rerumputan, wajahnya sangat pucat. seorang pemuda menggendongnya menuju mobilnya dan membawa shilla menuju rumah sakit terdekat.
Ditempat lain
"ahahahah! makasih ya."
"....."
"gue seneng shilla kesiksa!"
"....."
"kita liat aja, sampai mana merek abisa bertahan."
"....."
"oke, oke. gue bakal laksanain tugas gue."
"...."
"bye"
***
Setelah bau obat-obatan menusuk hidungnya, shilla mulai menngerjap-ngerjapkan matanya secara perlahan. Yang ia lihat kini hanyalah ruangan bernuansa putih bersih, dan obat-obatan serta makanan yang ditaruh di meja sebelah ranjangnya. shilla mendengus pelan. terulang lagi, kesalnya. shilla sangat benci dengan yang namanya rumah sakit.
Shilla mengedarkan pandangannya kepenjuru ruangan. pffttt membosankan, pikirnya. ia hanya sendiri di ruang rawat ini. tiba-tiba ia teringat sesuatu. siapa yang membawanya kemari? seingatnya ia tadi masih di bukit pelangi.
tiba-tiba ada seseorang memutar handle pintu, shilla sangat kaget melihat seorang yang sangat ia rindukan kini berada didepan matanya. lelaki itu terus mendekati shilla, senyumpun mengembang dibibir cantiknya itu. lelaki itu tersenyum kepada shilla dan mencubit pipi chubby'nya itu.
"koko apiin!" teriak shilla sambil memelik pemuda itu.
"alvin shilla, alvin.. bukan apin." protes lelaki itu. shilla tertawa geli melihat tinglah alvin.
***
cakka sedari tadi terus mondar mandir dikamarnya. ia khawatir dengan keadaan kekasihnya. karna beberapa saat lalu ia mendapat telfon dari seorang lelaki yang menmberitahukan bahwa penyakit magh shilla kambuh lagi. saat itu juga cakka menjadi khawatir, dialah sebab shilla tak mau makan dan akhirnya maghnya kambuh.
Akhirnya cakka memutuskan untuk pergi menjenguk shilla, ia menuruni tangga dengan setengah berlari. ia melewati ayahnya dan prissy yang sedang asyik berbincang-bincang.
"cakka! mau kemana?" tanya om tunggul"ada urusan bentar yah. bye ayah!" jawab cakka langsung tancap gas.
"dasarr.. prissy mau nunggu cakka?" tanya om tunggul pada prissy, prissy hanya mengangguk sambil terenyum
manis kepada om tunggul.
***
Diruang rawat shilla, sudah beberapakali ia mendengus kesal karena alvin selalu membujuknya untuk makan bubur yang diberi oleh perawat tadi itu. alvin terus membujuk shilla, akhirnya shila mau membuka mulutnya, alvin langsung menyuapi shilla.
ketika alvin sedang menyuapi shilla, pintu ruang rawat shilla terbuka. shillla memandang sinis orang dibalik pintu tersebut. alvin menoleh dan tersenyum kepada orang itu. orang itu mendekati shilla dan alvin.
"ngapain lo kesini? mau bilang semua yang gue bilang tadi itu bohong? kalo lo msih nggak percaya sama gue yaudah. nggak usah pake nyolot." ucap shilla sambil melipat kedua tangannya didepan perut. orang itu hanya tersenyum.
"biar gue yang nyuapin vin." shilla menatap cakka dengan tatapan bertanya-tanya. cakka kenal koko apin?!
Dengan senang hati alvin menyodorkan mangkuk bersi bubur itu kepada cakka, kemudian alvin berpanitan untuk keluar sebentar.
setelah alvin keluar, keduanya tenggelam dalam diam. shilla mengotak-atik handphonenya. sedangkan cakka? ia tengah asyik memandangi wajah shilla. shilla melirik cakka.\
"ngapain lo liat-liat?" tanya shilla sinis.
"gue baru sadar kalo pacar gue ternyata bidadari khayangan yang nyasar kebumi."
"dih, apaan banget deh lo."
"beneran deh.. (sambil mengalihkan pandangannya ke bubur) makan yuk.. (sambil menyodorkan sendok ke arah mulut shilla) aaaa..." shilla menutup rapat-rapat mulutnya.
Cakka terus membujuk shilla, akhirnya shillapun mengalah dan mau makan bubur buatan rumah sakit itu. sambil bercanda, cakka terus menyuapi shila. ia bahagia gadisnya ini sudah memaafkan keegoisannya.
Cakka sedang sibuk memperhatikan setiap lekuk wajah gadisnya itu. ia tersenyum. shilla menoleh kearah cakka dan mengerutkan keningnya kemudian ia melambai-lambaikan tangannya didepan wajah cakka. namun cakka masih senyum-senyum sendiri, shilla merasa kesal.
"cakka" tak ada respon dari cakka. shilla mengecup pipi kanan cakka. cakka terlonjak.
"ciee.. yang suka cium pipi cakka nih cieee."goda cakka.
"abisnya lo nggak ngerespon gue sih. terpaksaaa yaaa itu."
"ah masa?" goda cakka.
"ih seriusss.." cakka tak menggubris perkataan shilla barusan. ia mendekatkan wajahnya ke wajah shilla. nafas mereka saling beradu. parfum cakka menusuk hidung shila. saat bibir mereka saling bersentuhan, tiba-tiba ada seorang perempuan memasuki kamar rawat shilla.
"dan gue bahagia banget. kepercayaan lo sama gue masih ada :)" batin silla
"CAKKA!"
***
Kembalinya kepercayaan cakka :)
BRAKK..
shilla tersungkur di rerumputan, wajahnya sangat pucat. seorang pemuda menggendongnya menuju mobilnya dan membawa shilla menuju rumah sakit terdekat.
Ditempat lain
"ahahahah! makasih ya."
"....."
"gue seneng shilla kesiksa!"
"....."
"kita liat aja, sampai mana merek abisa bertahan."
"....."
"oke, oke. gue bakal laksanain tugas gue."
"...."
"bye"
***
Setelah bau obat-obatan menusuk hidungnya, shilla mulai menngerjap-ngerjapkan matanya secara perlahan. Yang ia lihat kini hanyalah ruangan bernuansa putih bersih, dan obat-obatan serta makanan yang ditaruh di meja sebelah ranjangnya. shilla mendengus pelan. terulang lagi, kesalnya. shilla sangat benci dengan yang namanya rumah sakit.
Shilla mengedarkan pandangannya kepenjuru ruangan. pffttt membosankan, pikirnya. ia hanya sendiri di ruang rawat ini. tiba-tiba ia teringat sesuatu. siapa yang membawanya kemari? seingatnya ia tadi masih di bukit pelangi.
tiba-tiba ada seseorang memutar handle pintu, shilla sangat kaget melihat seorang yang sangat ia rindukan kini berada didepan matanya. lelaki itu terus mendekati shilla, senyumpun mengembang dibibir cantiknya itu. lelaki itu tersenyum kepada shilla dan mencubit pipi chubby'nya itu.
"koko apiin!" teriak shilla sambil memelik pemuda itu.
"alvin shilla, alvin.. bukan apin." protes lelaki itu. shilla tertawa geli melihat tinglah alvin.
***
cakka sedari tadi terus mondar mandir dikamarnya. ia khawatir dengan keadaan kekasihnya. karna beberapa saat lalu ia mendapat telfon dari seorang lelaki yang menmberitahukan bahwa penyakit magh shilla kambuh lagi. saat itu juga cakka menjadi khawatir, dialah sebab shilla tak mau makan dan akhirnya maghnya kambuh.
Akhirnya cakka memutuskan untuk pergi menjenguk shilla, ia menuruni tangga dengan setengah berlari. ia melewati ayahnya dan prissy yang sedang asyik berbincang-bincang.
"cakka! mau kemana?" tanya om tunggul"ada urusan bentar yah. bye ayah!" jawab cakka langsung tancap gas.
"dasarr.. prissy mau nunggu cakka?" tanya om tunggul pada prissy, prissy hanya mengangguk sambil terenyum
manis kepada om tunggul.
***
Diruang rawat shilla, sudah beberapakali ia mendengus kesal karena alvin selalu membujuknya untuk makan bubur yang diberi oleh perawat tadi itu. alvin terus membujuk shilla, akhirnya shila mau membuka mulutnya, alvin langsung menyuapi shilla.
ketika alvin sedang menyuapi shilla, pintu ruang rawat shilla terbuka. shillla memandang sinis orang dibalik pintu tersebut. alvin menoleh dan tersenyum kepada orang itu. orang itu mendekati shilla dan alvin.
"ngapain lo kesini? mau bilang semua yang gue bilang tadi itu bohong? kalo lo msih nggak percaya sama gue yaudah. nggak usah pake nyolot." ucap shilla sambil melipat kedua tangannya didepan perut. orang itu hanya tersenyum.
"biar gue yang nyuapin vin." shilla menatap cakka dengan tatapan bertanya-tanya. cakka kenal koko apin?!
Dengan senang hati alvin menyodorkan mangkuk bersi bubur itu kepada cakka, kemudian alvin berpanitan untuk keluar sebentar.
setelah alvin keluar, keduanya tenggelam dalam diam. shilla mengotak-atik handphonenya. sedangkan cakka? ia tengah asyik memandangi wajah shilla. shilla melirik cakka.\
"ngapain lo liat-liat?" tanya shilla sinis.
"gue baru sadar kalo pacar gue ternyata bidadari khayangan yang nyasar kebumi."
"dih, apaan banget deh lo."
"beneran deh.. (sambil mengalihkan pandangannya ke bubur) makan yuk.. (sambil menyodorkan sendok ke arah mulut shilla) aaaa..." shilla menutup rapat-rapat mulutnya.
Cakka terus membujuk shilla, akhirnya shillapun mengalah dan mau makan bubur buatan rumah sakit itu. sambil bercanda, cakka terus menyuapi shila. ia bahagia gadisnya ini sudah memaafkan keegoisannya.
Cakka sedang sibuk memperhatikan setiap lekuk wajah gadisnya itu. ia tersenyum. shilla menoleh kearah cakka dan mengerutkan keningnya kemudian ia melambai-lambaikan tangannya didepan wajah cakka. namun cakka masih senyum-senyum sendiri, shilla merasa kesal.
"cakka" tak ada respon dari cakka. shilla mengecup pipi kanan cakka. cakka terlonjak.
"ciee.. yang suka cium pipi cakka nih cieee."goda cakka.
"abisnya lo nggak ngerespon gue sih. terpaksaaa yaaa itu."
"ah masa?" goda cakka.
"ih seriusss.." cakka tak menggubris perkataan shilla barusan. ia mendekatkan wajahnya ke wajah shilla. nafas mereka saling beradu. parfum cakka menusuk hidung shila. saat bibir mereka saling bersentuhan, tiba-tiba ada seorang perempuan memasuki kamar rawat shilla.
"dan gue bahagia banget. kepercayaan lo sama gue masih ada :)" batin silla
"CAKKA!"
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar