Rabu, 03 Juli 2013
Cinta Datang Karna Terbiasa (part 1)
C
H
E
C
K
T
H
I
S
O
U
T
Cinta Datang Karna Terbiasa
-1-
Deruan motor-motor ninja memacah keheningan racing race yang berada di daerah kota yogyakarta. Beraneka macam jenis motor ninja terjejer rapi di pinggir jalan.
Dua motor ninja 250cc berwarna hitam dan putih nampaknya siap untuk membelah racing race ini. Seorang gadis cantik berpakaian minim berada ditengah area.
"One, two, Go!" Setelah gadis itu menjatuhkan kain berwarna merah menyala, dua motor ninja itu saling berlomba-lomba untuk menjadi orang pertama yang melewati garis finish.
Pertandingan berlangsung sangat menegangkan, jarak antara dua motor ninja itu sangat dekat hingga akhirnya...
CITTT!
Bunyi gesekan kampas rem dengan ban motor ninja itu terdengar nyaring sekali. Ban belakang ninja hitam itu terangkat keudara. Semua penonton yang berada di pinggir area tanding langsung mengerubuni orang yang mengendarai ninja hitam tersebut.
"Hebat lo!" ucap seorang cewek cantik yan gtak lain adalah sahabat pengendara ninja hitam tersebut. Orang itu hanya tersenyum tipis dan melepas helmnya. Rambutnya yang panjang bergelombang itu menjadi terurai dan berterbangan karna tertiup angin malam.
"biasa ya, buat gue setengahnya?"tanya sahabatnya.
"kita adain party di tempat biasa jam 10."ucapnya.
"okidi nona ashilla.."
Saat sedang asyik berbincang-bincang dengan temannya, ashilla -pengendara ninja hitam itu- diganggu dengan sebuah lagu yang ia jadikan ringtone di i-phonenya. ia tak mengangkatnya karna ia tau siapa yang menelfon. Shilla segera mengambil gitarnya di mobil ify dan berpamitan dengan teman-temannya.
***
Deru motor ninja bergema dihalaman kediaaman keluarga zainal -keluarganya ashilla-. Shilla segera memarkirkan motor keayangannya itu ke garasi. Belum empat ia turun dari motornya, seseorang memanggilnya. Shilla menoleh malas.
"ayo cepet ikut mama." ucap tante wiwid -mama shilla- sambi menarik shilla kedalam rumah mewah tersebut.
Tante wiwid segera menyuruh shilla dandan dan memakai dress yang telah dibeelikannya tadi siang.
"Perfect!."ujar tante wiwid sambil memegang kedua bahu shilla.
Tap.. Tap.. Tap..
Heels shilla bergesekan langsung dengan lantai yan gmenyebabkan suara yang cukup nyaring. semua mata tertuju padanya. Semua menatapnya kagum, tapi tidak dengan putra bungsu keluarga nuraga -cakka-. Cakka hanya meliriknya sebentar dan langsung mengalihkan perhatiannya ke i padnya.
"malam."sapa shilla sambil tersenyum, kemudian menyalami keluarga nuraga dengan ramah. kemudian ia duduk di sebelah cakka. Cakka menatapnya tak suka.
'penampilan gue menor gak sih? kok si kunyuk ini litin gue sampe segitunya' batin shilla.
Acara makan malam di kediaman keluarga zainal berjalan lancar. acara tak usai begitu saja, kedua keluarga ini saling berbincang-bincang.
Om boy -ayah shilla- menyuruh shilla dan cakka untuk mengobrol ditaman belakang. Shilla segera berdiri dan menuju taman belakang, cakka hanya mengekor saja.
Sesampainya di taman belakang, shilla duduk di ayunan. Sedangkan cakka, ia hanya duduk di kursi taman sambil mngotak-atik i padnya.
Shilla mengayun-ayunkan kakinya, ia bosan, sangaaat bosan. Shilla menatap langit yang tak berbintang.
"lo setuju dengan perjodohan ini?"tanya shilla memecah keheningan
"setuju nggak setuju akhirnya sama juga kan? gue nggak bisa nolak."jawab cakka yang pandangannya masih stuck di ipadnya. Shilla mendengus kecil, freaky boy.
***
TIK... TIK.. TK..
Rintikan air hujan mulai jatuh membasahi tanah dibumi, cakka segera memasukkan ipadnya ke dalam tas punggungnya. Ia segera menggenggam pergelangan tangan shilla menuju ke dalam rumah mewah milik keluarga zainal.
Sampai didalam rumah, shilla menghentakkan gengganggaman cakka.
"gue suka hujan, ngapain lo tarik-tarik gue?" sinis shilla.
"gue nggak mau disalahin kalo lo masuk rs."ujar cakka dingin.
'terbuat dari es kali ya nih anak, perasaaan dingin banget sama cewek. padahal ada bidadari turun dari ninja masa nggak ada respon sedikit pun? freaky boy.' ujar shilla dalam hari sambil melirik cakka yang sedang mengotak-atik ipadnya (lagi).
"ngapain lirak-lirik? naksir?"tanya cakka yang tak lepas dari ipadnya (mau dong jadi ipadnya #PLETAK)
"dih, males gila ya gue naksir sama cowok yang bibirnya kayak beberk, tebel trus monyong." ucap shilla sekenanya.
PLUK
Sebuah batu kerikil mendarat mulus dijidat shilla. Shilla mencak-mencak tak karuan, cakka hanya mengatakan satu kata "crazy." Shilla makin sebel dengan cakka.
'awas lo, gue buat cinta mati lo sama gue. liat aja. HUH! bebek kampret lo!' vatin shilla.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ide ceritanya kerenn.. cuma alurnya kerasa kecepetan gitu.. tiba tiba udh beda aja suasananya.. tapi ide nya baguss..
BalasHapusIde ceritanya kerenn.. cuma alurnya kerasa kecepetan gitu.. tiba tiba udh beda aja suasananya.. tapi ide nya baguss..
BalasHapus