"lo mau sampe kapan berdiri disitu sambil teriak-teriak? nggak takut jam segini banyak yang berkeliaran."ucap cakka sambil bersender dipintu. shilla bergidik ngeri, jujur ia takut dengan em.. dengan ya you knowlah. Shilla segera berlari kedalam rumah.
***
GEDUBRAKK
shilla hampir saya jatuh karna tersandung pintu, untung saja cakka menopang tubuhnya agar tidak menyentuh lantai. Mereka berpandangan beberapa detik sampa akhirnya mereka baru sadar ketika i-phone shilla bergetar.
Drrtt... drtt...drtt...
From : Agni
Are you okey shilla?
jangan lupa besok jam 2!
Kalo lo nggak dateng? gue bakar motor lu.
To : Agni
i'm fine
gue inget! Kalo loe berani sentuh motor gue.
Abis lo sama gue!
"cepet tidur, beok lo kuliah."ujar cakka dengan nada dingin. shilla segera berjalan menuju kamarnya sambil menggerutu tak jelas.
***
5.10 am (@ Kediaman Zainal)
Sejak tadi, shilla tak bisa tidur. ia sangat gelisah. Berbagai cara sudah ia lakukan agar bisa tidur. tapi haslnya nihil. Dia amaat sangat lelah, tapi matanya tak bisa diajak kompromi.
PRANGG
shilla menjatuhkan gelas berisi air putih yang terletak di meja dekat bednya. CAkka mendengar suara gelas pecah dari kamar sebelah -kamar shilla- langsung keluar dari kamarnya dan mengunjungi kamar shilla.
"Hoaaam.."
Cakka membuka pintu dengan palan, agak gelap. Ia mencari saklar lampu dan menekannya, cahaya terang menyilaukan matanya. Ia dapat melihat bahwa shilla sadang mmbereskan kepingan-kepingan gelas dilantai.
Shilla nampak acuh tak acuh dengan kehadiran cakka. ia masih fokus pada kepingan-kepingan kaca yang berserakan di lantai kamarnya. Cakka bersander diambang pintu sambil mengamati shilla yang memunguti kepingan kaca.
"aduh" tanpa sengaja jari shilla tergores kepingan kaca. darah segar terus mengalir dari jarinya. Cakka yang melihatnya langsung menghampiri shilla dan menghisap darah yang terus mengalir dijari shilla yang tergores kaca.
Cakka mengambil kotak p3k disudut kamar shilla. Dengan cekatan cakka membersihkan lika shilla yang cukup dalam tersebut. setelah membersihkan luka shilla, cakka segera membalut jemari shilla dengan perban.
Shilla memperhatikan setiap lekuk wajah cakka. cool, pikirnya. Tapi shilla segera tersadar dan menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir semua pikirannya tentang cakka.
"untung ada gue, kalo enggak jari lo bisa infeksi. Lo kok bisa sih mecahin gelas pagi2?"tanya cakka.
"gue nggak bisa tidur. trus waktu gue ganti posisi miring kekanan. eh, tiba-tiba tangan kiri gue nyenggol gelas."
"sekang lo tidur dan gue akan ngelus-ngelus rambut lo."
"tapi gue risih."elak shilla
"udah, sekarang lo tidur aja." suruh cakka, shilla segera membalikkan badannya memunggungi cakka. Shilla menarik selimut dan memeluk gulingnya.
Ia merasa amat sangat nyaman ketika cakka mengelus rambutnya. Lama-lama shilla bisa tidur. Cakka yang sebenarnya masih ngantuk, tertidur juga sambil duduk ditepi ranjang shilla dan mengelus rambut shilla.
***
"Kalian nginep disini ya?"bujuk ify.
"aduh sayang. kamu ini ngaco banget sih."ujar rio.
"aku takut yo."
"kan ada agni dan via."
"pokoknya kau mau kamu nginep disini nemenin aku! kalo nggak mau kit aputus!"
"eh.. em.. ya udah deh."
"guys malam ini kita nginep disini ya?"tanya rio pada Alv dan iel. Mereka -alv dan iel- hanya mengangguk sambil tersenyum.
Ify menunjukkan kamar bereka bertiga -rio, alv, iel-.
"nah ini kamar kalian, kamar kita ada disebelah kalian."ujar via.
"yaudah deh, kita tidur dulu ya. good night sayang."ucap alvin sambil mencium kening via.
"good night sayang, i love you." ucap iel sambil memeluk agni dan mencium pipinya.
"good night princess."ucap rio sambil mengecup puncak kepala ify dan mengacak-acak rambut ify.
SIA kembali kekamar mereka dan tidur sampai matahari berada diatas kepala.
***
Shilla menggeliatkan tubuhnya. Terasa amat sangat pegal, ketika ia mengerjap-ngerjapkan matanya dan ingin bangun, kepalanya sangat pening dan pandangannya kabur.
Shilla masih mencoba berdiri, tapi gagal ia ambruk ke tempat tidur. CAkka yang masi tidur disofa langsung bangun ketika shilla meminta tolong padanya.
"lo kenap shill?" tanya cakka dengan khawatir.
"gue nggak papa, cuma agak pusing." jawab shilla dengan nada lemah.
Cakka menidurkan shilla dan menyelimuti shilla. Kemudian cakka mengambil i-phonenya dan memencet beberapa angka yang terhubung dngan seseorang.
"halo oik? ik, tunangan gue demam. lo bisa kesini dan periksa dia dulu ngga?"
"..."
"oke gue tunggu, makasih."
***
Oik menempelkan stetoskop didada shilla, ia mengecek nadi shilla dan memegang dahi shilla.
"dia kecapean dan kurang tidr doang kka, suruh dia banya beristirahat. ini obatnya. sebelum minum obatnya, suruh dia makan dulu."
"thanks ya ik."
"nope, sorry ya gue nggak bisa lama-lama. obiet udah nunggu gue."
"salam ya."ucap cakka. oik hanya mengangkat jempolnya.
Cakka menuju kedapur membuatkan sarapan untuk shilla, kebetulan pembantu shilla pulang kampung.
"kata oik lo kecapean doang. sekarang lo makan trus minum obat abis itu langsung tidur biar cepet sembuh."ucap cakka sambil membawa nampan berisi nasi goreng, air putih dan 1 tablet obat.
"perut gue enek kka."
"masa bodo, pokoknya lo harus makan trus minum obat."
"dibilangin enek juga."
"gue suapin." ucap cakka sambil menyodorkan sesendok nasi goreng kemulut shilla, mau tak mau shilla melahapnya. Dengan sabar cakka menyuapi shilla sampai sepiring nasi goreng habis tak bersisa.
Cakka meletakkan piring kosong itu dimeja. kemudian mengambil obat dan air putih.
***
Agni, ify dan via sedang mengitari malboro. Mereka sedang mencari beberapa model baju dan aksesoris-aksesoris lannya.
"ag, kesana yuk?"ajak via.
BRUKK
tiba-tiba tubuh agni jatuh tersungkur ditanah.
"agni!"teriak ify dan via.
"lo kenapa ag?!"jerit ify.
"kabari shilla vi!"suruh ify pada via yang bercucuran airmata.
***
Setelah meminum obat dari agni, shilla segera merebahkan tubuhnya. ttiba-tiba lagu 22-taylor swift berdering dari iphone putih shilla, dengan keadaan tubuh yang masih lemas shilla segera mengambil iphone nya dari meja kecil di sebelah kiri bednya.
Via's Calling
Shilla mendengarkan tangis via.
"lo kenap vi?"panik shilla.
"agni shill.. agni..ag. agni.."
"AGNI KENAPA?!"
"agni kambuh. hiks.. hiks.. hiks.."
"kenapa bisa kambuh?"geram shilla.
"sekarang lo ke RS Bunda harapan! gue bawa agni kesana."ujar ify yang sudah merebut iphone via.
DAMN!
Shilla segera mengambil kunci mobill swift putihnya dan menyambar jacket kulit hitamnya yang tergantuk dibalik pintu. Shilla setengah berlari menuruni tangga. Tiba-tiba kepalanya merasa diremas-remas, terasa amat sakit. Shilla terduduk di anak tangga.
Cakka yang melihat tu langsung menghampiri shilla dan membantunya berdiri.
"lo mau kemana? lo masih sakit."
"agni kambuh, sekarang dia di RS bunda harapan. gue harus nyusul mereka."
"gue anter." shilla mengangguk.
***
Cakka terus memapah shilla sepanjang koridor. wajah shilla masih pucat. sebenarnya cakka tau shilla masih lemas, tapi apa boleh buat shilla lebih mementingkan sahabatnya dari pada dirinya sendiri.
"Agni dirawat dikamar brp?"tanya cakka.
"em.. nggak tau. hehe."
"gimanasih -_-"
"orang tadi buru-buru cakkaa."
"telfon kek."
"iya-iya bawel amet lo, kayak bebek." Shilla segera mengeluarkan ip5 dari kantong jacketnya dan menghubungi sivia.
"holo vi, agni dirawat dikamar brp?"
"..."
"oke."
***
