Rabu, 03 Juli 2013

Cinta Dattang Karna Terbiasa (Part 3)

  Cinta Datang Karna Terbiasa -3-
"lo mau sampe kapan berdiri disitu sambil teriak-teriak? nggak takut jam segini banyak yang berkeliaran."ucap cakka sambil bersender dipintu. shilla bergidik ngeri, jujur ia takut dengan em.. dengan ya you knowlah. Shilla segera berlari kedalam rumah.

***

GEDUBRAKK
shilla hampir saya jatuh karna tersandung pintu, untung saja cakka menopang tubuhnya agar tidak menyentuh lantai. Mereka berpandangan beberapa detik sampa akhirnya mereka baru sadar ketika i-phone shilla bergetar.

Drrtt... drtt...drtt...
From : Agni
Are you okey shilla?
jangan lupa besok jam 2!
Kalo lo nggak dateng? gue bakar motor lu.

To : Agni
i'm fine
gue inget! Kalo loe berani sentuh motor gue.
Abis lo sama gue!

"cepet tidur, beok lo kuliah."ujar cakka dengan nada dingin. shilla segera berjalan menuju kamarnya sambil menggerutu tak jelas.

***

5.10 am (@ Kediaman Zainal)
Sejak tadi, shilla tak bisa tidur. ia sangat gelisah. Berbagai cara sudah ia lakukan agar bisa tidur. tapi haslnya nihil. Dia amaat sangat lelah, tapi matanya tak bisa diajak kompromi.

PRANGG
shilla menjatuhkan gelas berisi air putih yang terletak di meja dekat bednya. CAkka mendengar suara gelas pecah dari kamar sebelah -kamar shilla- langsung keluar dari kamarnya dan mengunjungi kamar shilla.

"Hoaaam.."

Cakka membuka pintu dengan palan, agak gelap. Ia mencari saklar lampu dan menekannya, cahaya terang menyilaukan matanya. Ia dapat melihat bahwa shilla sadang mmbereskan kepingan-kepingan gelas dilantai.

Shilla nampak acuh tak acuh dengan kehadiran cakka. ia masih fokus pada kepingan-kepingan kaca yang berserakan di lantai kamarnya. Cakka bersander diambang pintu sambil mengamati shilla yang memunguti kepingan kaca.

"aduh" tanpa sengaja jari shilla tergores kepingan kaca. darah segar terus mengalir dari jarinya. Cakka yang melihatnya langsung menghampiri shilla dan menghisap darah yang terus mengalir dijari shilla yang tergores kaca.

Cakka mengambil kotak p3k disudut kamar shilla. Dengan cekatan cakka membersihkan lika shilla yang cukup dalam tersebut. setelah membersihkan luka shilla, cakka segera membalut jemari shilla dengan perban.

Shilla memperhatikan setiap lekuk wajah cakka. cool, pikirnya. Tapi shilla segera tersadar dan menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir semua pikirannya tentang cakka.

"untung ada gue, kalo enggak  jari lo bisa infeksi. Lo kok bisa sih mecahin gelas pagi2?"tanya cakka.

"gue nggak bisa tidur. trus waktu gue ganti posisi miring kekanan. eh, tiba-tiba tangan kiri gue nyenggol gelas."

"sekang lo tidur dan gue akan ngelus-ngelus rambut lo."

"tapi gue risih."elak shilla

"udah, sekarang lo tidur aja." suruh cakka, shilla segera membalikkan badannya memunggungi cakka. Shilla menarik selimut dan memeluk gulingnya.

Ia merasa amat sangat nyaman ketika cakka mengelus rambutnya. Lama-lama shilla bisa tidur. Cakka yang sebenarnya masih ngantuk, tertidur juga sambil duduk ditepi ranjang shilla dan mengelus rambut shilla.

***

"Kalian nginep disini ya?"bujuk ify.

"aduh sayang. kamu ini ngaco banget sih."ujar rio.

"aku takut yo."

"kan ada agni dan via."

"pokoknya kau mau kamu nginep disini nemenin aku! kalo nggak mau kit aputus!"

"eh.. em.. ya udah deh."

"guys malam ini kita nginep disini ya?"tanya rio pada Alv dan iel. Mereka -alv dan iel- hanya mengangguk sambil tersenyum.

Ify menunjukkan kamar bereka bertiga -rio, alv, iel-.

"nah ini kamar kalian, kamar kita ada disebelah kalian."ujar via.

"yaudah deh, kita tidur dulu ya. good night sayang."ucap alvin sambil mencium kening via.

"good night sayang, i love you." ucap iel sambil memeluk agni dan mencium pipinya.

"good night princess."ucap rio sambil mengecup puncak kepala ify dan mengacak-acak rambut ify.

SIA kembali kekamar mereka dan tidur sampai matahari berada diatas kepala.

***

Shilla menggeliatkan tubuhnya. Terasa amat sangat pegal, ketika ia mengerjap-ngerjapkan matanya dan ingin bangun, kepalanya sangat pening dan pandangannya kabur.

Shilla masih mencoba berdiri, tapi gagal ia ambruk ke tempat tidur. CAkka yang masi tidur  disofa langsung bangun ketika shilla meminta tolong padanya.

"lo kenap shill?" tanya cakka dengan khawatir.

"gue nggak papa, cuma agak pusing." jawab shilla dengan nada lemah.

Cakka menidurkan shilla dan menyelimuti shilla. Kemudian cakka mengambil i-phonenya dan memencet beberapa angka yang terhubung dngan seseorang.

"halo oik? ik, tunangan gue demam. lo bisa kesini dan periksa dia dulu ngga?"

"..."

"oke gue tunggu, makasih."

***

Oik menempelkan stetoskop didada shilla, ia mengecek nadi shilla dan memegang dahi shilla.

"dia kecapean dan kurang tidr doang kka, suruh dia banya beristirahat. ini obatnya. sebelum minum obatnya, suruh dia makan dulu."

"thanks ya ik."

"nope, sorry ya gue nggak bisa lama-lama. obiet udah nunggu gue."

"salam ya."ucap cakka. oik hanya mengangkat jempolnya.

Cakka menuju kedapur membuatkan sarapan untuk shilla, kebetulan pembantu shilla pulang kampung.

"kata oik lo kecapean doang. sekarang lo makan trus minum obat abis itu langsung tidur biar cepet sembuh."ucap cakka sambil membawa nampan berisi nasi goreng, air putih dan 1 tablet obat.

"perut gue enek kka."

"masa bodo, pokoknya lo harus makan trus minum obat."

"dibilangin enek juga."

"gue suapin." ucap cakka sambil menyodorkan sesendok nasi goreng kemulut shilla, mau tak mau shilla melahapnya. Dengan sabar cakka menyuapi shilla sampai sepiring nasi goreng habis tak bersisa.

Cakka meletakkan piring kosong itu dimeja. kemudian mengambil obat dan air putih.

***

Agni, ify dan via sedang mengitari malboro. Mereka sedang mencari beberapa model baju dan aksesoris-aksesoris lannya.

"ag, kesana yuk?"ajak via.

BRUKK
tiba-tiba tubuh agni jatuh tersungkur ditanah.

"agni!"teriak ify dan via.

"lo kenapa ag?!"jerit ify.

"kabari shilla vi!"suruh ify pada via yang bercucuran airmata.

***

Setelah meminum obat dari agni, shilla segera merebahkan tubuhnya. ttiba-tiba lagu 22-taylor swift berdering dari iphone putih shilla, dengan keadaan tubuh yang masih lemas shilla segera mengambil iphone nya dari meja kecil di sebelah kiri bednya.

Via's Calling
Shilla mendengarkan tangis via.

"lo kenap vi?"panik shilla.

"agni shill.. agni..ag. agni.."

"AGNI KENAPA?!"

"agni kambuh. hiks.. hiks.. hiks.."

"kenapa bisa kambuh?"geram shilla.

"sekarang lo ke RS Bunda harapan! gue bawa agni kesana."ujar ify yang sudah merebut iphone via.

DAMN!
Shilla segera mengambil kunci mobill swift putihnya dan menyambar jacket kulit hitamnya yang tergantuk dibalik pintu. Shilla setengah berlari menuruni tangga. Tiba-tiba kepalanya merasa diremas-remas, terasa amat sakit. Shilla terduduk di anak tangga.

Cakka yang melihat tu langsung menghampiri shilla dan membantunya berdiri.

"lo mau kemana? lo masih sakit."

"agni kambuh, sekarang dia di RS bunda harapan. gue harus nyusul mereka."

"gue anter." shilla mengangguk.

***

Cakka terus memapah shilla sepanjang koridor.  wajah shilla masih pucat. sebenarnya cakka tau shilla masih lemas, tapi apa boleh buat shilla lebih mementingkan sahabatnya dari pada dirinya sendiri.

"Agni dirawat dikamar brp?"tanya cakka.

"em.. nggak tau. hehe."

"gimanasih -_-"

"orang tadi buru-buru cakkaa."

"telfon kek."

"iya-iya bawel amet lo, kayak bebek." Shilla segera mengeluarkan ip5 dari kantong jacketnya dan menghubungi sivia.

"holo vi, agni dirawat dikamar brp?"

"..."

"oke."


***



Mengejar Restu Ayah -Part 12-

Mengejar Restu Ayah
-Part 12-

"halo alvin! alvin!" Shilla membanting ponselnya karna tiba-tiba sambungan telfon antara ia dan alvin terputus.

"aarrrgghhh!"

"shill, lo tau nggak panda yang paling nggak ngebosenin itu apa?"tanya cakka sambil menyisiri rambut shilla.

"basi, cakkaa."

"hahaha, tapi mata gue nggak akan pernah basi(?) untuk selalu pandangin lo setiap saat."

"dih, gombal lo?"cakka menggeleng, ia langsung memeluk shilla.

"apapun yang terjadi, gue sama lo bakal tetap jadi kita. untuk sekarang maupun selamanya."bisik cakka.

"gue selalu sayang lo cakkaaa... gue kangen sama lo. please, balik kka! balikk. hiks.. hiks.. hiks."Tangis shilla yang terduduk lemas dilantai. Angel yang melihat shilla menangis dahsyat itu langsung menghampirinya dan memeluknya.

"sabar ya shill, tuhan punya banyak rencana dibalik ini semua."ucap angel yang menahan air matanya.

"gue nggak butuh apapun ngel, gue nggak butuh! gue cuman butuh cakka! bisa liat senyumnya sekali aja. gue udah bahagia banget ngel. gue buth dia ngell.." isak shilla

angel terus memeluk shilla dengan erat, mencoba menenangkan shilla. Angel merasa sedih melihat saudara sekaligus sahabatnya ini amat sangat terpukul dengan kepergian cakka.

Shilla tertidur dipelukan angel. angel menyuruh para pembantunya untuk membopong tubuh shilla ke kamarnya -shilla-. Angel menatap sendu saudaranya itu.

***

"aww.."

"mas sudah sadar? jangan banyak bergerak dulu."

"kamu siapa?"

"saya acha."

"saya alvin, saya ada dimana ya?"

"mas ada didesa suka maju. tadi mas terserempet motor, kebettulan bapak saya melewati tempat kejadian, jadi bapak saya yang membawa mas kerumah."

"oh, makasih ya."

***

Shilla terbangun dari tidurnya, matanya sangat sembab karna semalaman ia menangisi cakka. Ia tau semua perjuangan cintanya sudah berakhir sampai disini.

Shilla meraih figura cantik yang berisi fotonya dan cakka ketika menggendongnya ditaman penuh bunga yang indah.

I always needed time on my own
I never thought I'd need you there when I cry
And the days feel like years when I'm alone
And the bed where you lie is made up on your side

"gue butuh waktu buat sendiri. gue nggak butuhin lo. Ge bisa hidup tanpa lo."

"yakin shill? ntar kalo gue udah pergi ke surga.. lo nggak bakal kangen sama gue?"

"kagak lah. wleek :p"

When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now?

"sekarang gue baru sadar kka. gue bener-bener butuh lo. kangen gokil2an lo, kangen canda tawa lo, kangen tingkah lo. gue bener-bener butuh lo kka. sekarang.. ketika lo pergi dan nggak akan pernah kembali"

The pieces of my heart are missing you
When you're gone
The face I came to know is missing too
When you're gone
The words I need to hear to always get me through the day and make it OK
I miss you

"gue cinta banget sama lo, gua nggak tau jadinya kalo gue hidup tanpa lo shill."

"ciuus? miapah?"

"gue beneran. nanti kalo gue udah nggak ada disamping lo, jangan pernah tangisin gue ya. karna gue akan selalu ada disini (nunjuk hati shilla) dihati lo."

"iya.. iya.. ngapain juga gue nangisin cowok jelek kayak lo."

I've never felt this way before
Everything that I do reminds me of you
And the clothes you left, they lie on the floor
And they smell just like you, I love the things that you do

Shilla melirik sebuah shall yang berwarna biru yang tergantung di lemarinya. air matanya menetes lagi, ia tak kuat dengan semua ini. semua barang-barang yang ada dikamarnya mengingatkannya kepada sososk cakka. pemuda yang selama ini mencintai dan dicintai shilla.

When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now

"gue bener-bener butuh lo kka, please balik kka. balik.. bangunin gue dari mimpi buruk ini. kka, please balikkk."

We were made for each other
Out here forever
I know we were, yeah
All I ever wanted was for you to know
Everything I do, I give my heart and soul
I can hardly breathe, I need to feel you here with me, yeah

"buat apa kita dipertemukan jika akhirnya kita hidup sendiri-sendiri? gue benci keadaan, gue benci takdir yang udah buat gue kayak gini! tuhan! kembalikan dia tuhan! kumohon! sekali ini sajaa" 

Drrt.. Drrtt..
Ponsel shilla berdering beberapa kali, namun shilla tak menggubrisnya. ia masih masih fokus pada figura yang ia genggam.

AARRGGG!
"GUE BUTUH CAKKA!"

"EERRRR!"

shilla mengacak-acak kamarnya. ia mngobrak-abrik tempat tidur, meja rias, almari. Kamar shilla sekarang seperti kapal pecah. parfum-parfum mahal yang berwadah kaca pecah dengan tragis. 

Shilla mencabik-cabik bantalnya hingga semua isi bantal bebas dari sangkarnya.

"hiks..hiks..hiks.. please kka balikk." shilla duduk dipojokan kamar dengan tangan kanan yan gmasih menggenggam erat figura itu. 

***

Bersambunggg

Cinta Datang Karna Tebiasa (part 2)

Cinta Datang Karna Terbiasa
                                                                            -2-

PLUK
Sebuah batu kerikil mendarat mulus dijidat shilla. Shilla mencak-mencak tak karuan, cakka hanya mengatakan satu kata "crazy." Shilla makin sebel dengan cakka.

'awas lo, gue buat cinta mati lo sama gue. liat aja. HUH! bebek kampret lo!' batin shilla. Tanpa shilla sadari, cakka menarik kedua sudut bibirnya. Shilla masih menggerutu tak jelas.

"ape lo liat-liat? naksir sama gue sang bidadari turun dari ninja?"sinis shilla, cakka tersenyum tipis. Shilla membalikan badannya menuju pintu belakang yang menghubungkan dapur dengan taman belakang. Cakka berjalan di belakang shilla.

Diluar memang sedang hujan deras, shilla langsung melepas heelsnya lalu melemparnya sembarangan dan langsung  berlari menerobos derasnya hujan. Cakka hanya memperhatikannya dari ambang pintu.

Shilla masih asyik dengan hujan, ia tak mempedulikan make upnya yang telah luntur dan drees cantiknya yang menjadi basah. Ia masih menari-nari dibawah hujan. Begitulah cara ia mensyukuri nikmat tuhan.

Cakka melipat kedua tangannya di depan dada dan bersender dipintu. Ia masih memperhatikan setiap gerak-gerik shilla.

JEDERR *anggap suara pettir ya guys, jangan suara drum(?)*
Shilla langsung menutup kedua telinganya dan jatuh terduduk di rerumputan halus di taman. Cakka segera  melemparkan tas punggungnya dan berlari menghampiri shilla, ia memegang kedua bahu shilla dan menatapnya.

"lo kenap..."

JEDERR
suara petir lagi-lagi terdengar sangat keras. belum sempat cakka melanjutkan pertanyaanya, shilla langsung memeluknya dan berteriak. Cakka mulai mengerti bahwa shilla takut petir, maka dari itu ia segera memapah shilla menuju kedalam rumah mewah keluarga zainal.

Cakka berteriak minta tolong kepada orang tua mereka, Orang tua mereka yang sedang ayik mengobrol langsung menghampiri cakka dan shilla.  Om boy langsung memerintahkan kepada cakka untuk membawa shilla kekamarnya.

Shilla merasa tubuhnya sangat lemas dan akhirnya

BRUKK
tubuhnya kini tersungkur dilantai, cakka tersentak kaget dengan cekatan ia membopong tubuh shilla menuju kamar shilla.

Sesampainya di depan kamar shilla, cakka langsung menendang pintu kamar yang tertutup. Dengan cepat cakka langsung mnurunkan tubuh shilla ke tempat tidur berukuran king size itu dengan hati-hati.

"cakka, maaf ya om ngerepotin kamu." ujar om boy dari ambang pintu.

"nggak papa om, santai aja. Selama cakka bisa ngebantu pasti langsung cakka bantu sebisa cakka kok om."Om boy hanya tersenyum, anak sahabatnya ini ternyata sudah dewasa.

***

Keesokan harinya.
Kring.. Kring.. Kring..
Deringan jam weker berbentuk lingkarang yan gbergambar mobil balap f1 itu memecah keheningan di kamar bernuansa abu-abu milik shilla. Shilla yang merasa terganggu langsung melempar jam wekernya kesegala arah.

"aduh."rintih seseorang yang membuat shilla langsung sadar dari tidur indahnya.

"KYAAA! LO NGAPAIN DIKAMAR GUE!JANGAN-JANGAN LO.... OEMJIH! NO!" histeris shilla, orang itu langsung berjalan menghampiri shilla dan menyumpeli mulut shilla dengan kertas.

"asdafjcufngyfhctrgnsurhejeuiwdjhgf" orang itu kembali ke sofa dan memainkan ipadnya. Shilla membuang kertas yang singgah dimulutnya itu. Shilla enatap cakka dengan tatapan membunuh.

"gue disini disuruh nyokap bokap lo nemenin lo karna tadi malam mereka ada urusan di holland, mereka nitipin lo ke gue."ucap cakka yang menyadari sikap shilla. Shilla hanya membulatkan mulutnya sambil manggut-manggut.

"dan yang ganti baju lo nyokap lo. bukan gue. nyusain banget sih lo jadi cewek, suka ujan tapii takut petir. Mana pake acara pingsan segala nggak nyadar apa badan lo bentuknya kayak kodok jumbo tau nggak?"

"whatever.." ucap shilla santai.

Drt..Drtt..
1 new message

From : Ify
woy kunyuk!
semalem lo kemana? sialan lo!
Gue capek tau mempersiapkan semua!
eh, lo malah kagak dateng!

Tanggung jawab lo kunyukkkkkkk!

Shilla tertawa membaca sms dari sahabatnya itu. Cakka mengernyitkan dahinya ketika melihat shilla tertawa sendiri. Ia meletakan ipadnya di sofa dan berdiri menghampiri shilla. Shilla masih senyam senyum sambil menatap layar i-phone nya.

Cakka membungkukkan badannya -shilla lebih pendek dari cakka (dulu kebalik ya :( #flashback)-. Cakka menempelkan telapak tangannya didahi shilla, seolah-olah seperti dokter yang sedang memeriksa pasiennya. shilla segera menepis tangan cakka.

"ooh, masih demam ternyata." ucap cakka enteng. Shilla tak menggubrisnya, ia segera menyingkirkan tangan cakka dari hadapannya.

to : Ify
gue demam cungkring.
Nanti malem kita party sampe pagi.
jangan lupa ajak agni sama via!

Shilla segera mengirim pesan untuk ify. Cakka masih bengong melihat tingkah shilla. shilla  melirik cakka sekilas.

"ngapain lo lirak-lirik? naksir?"ceplos shilla, cakka tak menggubris ucapan shilla ia kembali kesofa dan memainkan ipadnya lagi.

***

Pukul 11.30 kediaman keluarga zainal.
Shilla mengendap-endap melewati kamar tamu yang digunakan cakka. Ia segera mengambil kunci motornya yag tergantung di tembok ruang keluarga.

Shilla segera mengeluarkan motornya dari garasidan menuntun motornya keluar dari pekarangan rumah. tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya. Shilla berhenti.

"mau kemana lo?" tanya cakka.

"cari... em.. itu.."

"apaan?"

"gue mau cari makan, gue laper. bye."ucap shilla sambil menyelakan mesin motornya, pintu pagar rumahnya terbuka lebar. Shilla segera tanccap gas. Cakka hanya menggeleng pelan.

Drrt..drtt..
1 new message
From : *****
gue tunggu ditempat biasa.
jangan telat

Cakka segera memasukkan i-phonenya ke saku celana dan mengeluarkan kunci mobil teriosnya. Ia segera menuju ketempat biasa ia kunjungi bersama orang itu.

***

(@ Racing race.)
Shilla segera memarkirkan motornya dan melepas helm fullfacenya. tiga gadis cantik dan sexy mendatanginya.

"shilla!" teriak dua orang temannya yang memakai rok pendek dan tektop yang tertutup jaket kulit, mereka terlihat modis, sedangkan gadis satunya agak tomboy, ia memakai celana pendek dan kaos bergambar paris.

"jangan tereak-tereak nape? kuping gue masih sehat kali!"ucap shilla sambil mengelus-elus kedua telinganya. kedua temannya itu hanya nyengir.

"ag, hari ini gue tanding sama siapa?"

"emm.. hari ini lo tanding sama... debo. jam 12.05, 5 juta shill!"ucap agni sambil melihat buku yang dibawanya.

"oke. 15menit lagi."ucap shilla sambil melirik jam hitam yan gmelingkar di tangan kirinya.

Semua pengunjung racing race tiba-tiba menyingkir ketepi, dahi shilla mengerut. Ketiga temannya bersorak-sorak memanggil nama mereka, shilla hanya memandang cengoh keempat cowok yang mengendarai ninja 250cc.

shilla segera menutup telinganya dengan earphone yang setia menemaninya kala ia sedang bosan. Ia menghentak-hentakkan kakinya ketanah mendengar irama musik dari i-phonenya.

Ify mencabut kasar earphone shilla, shilla memandangnya sinis.

"apaan sih fy?!"kesal shilla.

"udah ditunggu lawan lo tuh di garis start." Shilla langsung menyalakan mesin motornya dan menuju garis start untuk bertanding.

Deruan dari kedua motor itu sangat kencan seperti singa yang sedang marah. Via menuju ketengah jalan sambil membawa sapu tangan berwarna merah.

"1, 2,3 .Ready? GO!"teriak via sambil menjatuhkan sapu tangannya.

Mereka -debo shilla- saling berlomba-lomba menuju garis finish. Awalnya shilla berada jauh dideban debo, tapi pada tikungan pertama debo melewati shilla. Shilla menambah kecepatan motornyaa.

Pertandingan terjadi sangat sengit. Jarak mereka tak terlalu jauh. Kini garis finish berada didepan mata, dan debo berada didepan shilla. dan...

CIIITTT
Motor shilla menjadi yang pertama melewati garis finish. Shilla segera melepas helm fulfacenya. Semua orang mengerumuni dirinya dan debo.

"nih."ucap debo sambl menyerahkan setumpukan uang berwarna merah.

"thanks."ucap shilla sambil tersenyum manis.

"jangan kapok balapan sama gue lagi ya deb! thanks duitnya, abis ini dateng ke basecamp gue ya! kita party!" ucap shillapenuh semangat, debo hanya mengangguk dan tersenyum.

***

Puluhan motor ninja terjejer rapi dipekarangan rumah mewah milik shilla yang ia beli menggunakan uangnya sendiri.

Suara musik terdengar sangat kencang. Orang-orang didalamnya menari-nari mengikuti irama.

Brum.. brum..
empat motor ninja berwarna putih, merah, hijau, dan hitam memasuki pekarangan rumah shilla. Mereka adalah CRAG, geng motor yang berkuasa di kota jogja dan ditakuti oleh semua komunitas.


Seorang cewek muncul dari dalam rumah, ia menghampiri salah satu anggota gen gcrag yang tak lain adalah pacarnya.

"hai sayang."ucap cewek itu sambil menghampiri dan memeluk pacarnya. Sang pacar mengelus lembut rambut pacarnya.

"masuk yuk guys!"teriak seorang cewek dari depan pintu. Mereka langsung turun dari motor masing-masing dan langsung menuju kedalam rumah.

"kka, gue, alvin sama iel kesana dulu ya?" ucap rio sambil merangkul pundak ify. Cakka hanya mengangguk dan mengacungkan jempolnya.

"oke guys! malam ini kita party sampe pagi!!! wooooo!"teriak seorang cewek dari lantai atas. (ceritanya rumahnya itu lantai dua dan dari lantai atas bisa liat ruangan dibawah *tau nggak?* *tauin aja oke?*)

cakka menatap gadis itu. shilla, ujarnya dalam hati. Cakka segera berlari menaiki anak tangga yang menghubungkan lantai satu dengan lantai dua. Cakka menarik tangan shilla.

"pulang."suruh cakka sambil menggenggam erat pergelangan shilla. Shilla meronta.

"lepasin!"teriak shilla sambil menghentakkan tangan cakka. Cakka segera merogoh sakunya dan mengeluarkan i-phonenya.

"lo mau ortu lo tau sifat asli lo?"ancam cakka, shilla hanya diam.

"ayo pulang."ucap cakka sambil menarik tangan shilla menuju keluar.

Beribu-ribu pertanyaan bersarang diotak agni, ia, dan ify yang melihat kejadian tadi. Shilla melihat kearah sahabatnya sambil tersenyum agar mereka tidak menghawatirkannya.

***

3.30am (@ Rumah Keluarga Zainal)
Motor ninja cakka memasuki pekarangan rumah. shilla segera turun dari motor cakka.
"bukannya lo kesini bawa mobil ya?" tanya shilla.

"tadi gue pulang dulu ambil motor." jawab cakka seadanya yang kemudian langsung masuk kedalam rumah.

"LAH?! MOTOR GUE GIMANA BEBEK KAMPRET!"teriak shilla yang baru ingat akan ninja hitamnya yang masih berada dibasecamp.

Cakka yang mendengarnya hanya tersenyum tipis.

"CAKKA BEBEK KAMPREEET!"teriak shilla dari luar. cakka membuka pintu depan.

"lo mau sampe kapan berdiri disitu sambil teriak-teriak? nggak takut jam segini banyak yang berkeliaran."ucap cakka sambil bersender dipintu. shilla bergidik ngeri, jujur ia takut dengan em.. dengan ya you knowlah. Shilla segera berlari kedalam rumah.

***

Cinta Datang Karna Terbiasa (part 1)


C
H
E
C
K

T
H
I
S


O
U
T

                                                          Cinta Datang Karna Terbiasa
                                                                            -1-

Deruan motor-motor ninja memacah keheningan racing race yang berada di daerah kota yogyakarta. Beraneka macam jenis motor ninja terjejer rapi di pinggir jalan.

Dua motor ninja 250cc berwarna hitam dan putih nampaknya siap untuk membelah racing race ini. Seorang gadis cantik berpakaian minim berada ditengah area.

"One, two, Go!" Setelah gadis itu menjatuhkan kain berwarna merah menyala, dua motor ninja itu saling berlomba-lomba untuk menjadi orang pertama yang melewati garis finish.

Pertandingan berlangsung sangat menegangkan, jarak antara dua motor ninja itu sangat dekat hingga akhirnya...

CITTT!
Bunyi gesekan kampas rem dengan ban motor ninja itu terdengar nyaring sekali. Ban belakang ninja hitam itu terangkat keudara. Semua penonton yang berada di pinggir area tanding langsung mengerubuni orang yang mengendarai ninja hitam tersebut.

"Hebat lo!" ucap seorang cewek cantik yan gtak lain adalah sahabat pengendara ninja hitam tersebut. Orang itu hanya tersenyum tipis dan melepas helmnya. Rambutnya yang panjang bergelombang itu menjadi terurai dan berterbangan karna tertiup angin malam.

"biasa ya, buat gue setengahnya?"tanya sahabatnya.

"kita adain party di tempat biasa jam 10."ucapnya.

"okidi nona ashilla.."

Saat sedang asyik berbincang-bincang dengan temannya, ashilla -pengendara ninja hitam itu- diganggu dengan sebuah lagu yang ia jadikan ringtone di i-phonenya. ia tak mengangkatnya karna ia tau siapa yang menelfon. Shilla segera mengambil gitarnya di mobil ify dan berpamitan dengan teman-temannya.

***

Deru motor ninja bergema dihalaman kediaaman keluarga zainal -keluarganya ashilla-. Shilla segera memarkirkan motor keayangannya itu ke garasi. Belum empat ia turun dari motornya, seseorang memanggilnya. Shilla menoleh malas.

"ayo cepet ikut mama." ucap tante wiwid -mama shilla- sambi menarik shilla kedalam rumah mewah tersebut.

Tante wiwid segera menyuruh shilla dandan dan memakai dress yang telah dibeelikannya tadi siang.

"Perfect!."ujar tante wiwid sambil memegang kedua bahu shilla.

Tap.. Tap.. Tap..
Heels shilla bergesekan langsung dengan lantai yan gmenyebabkan suara yang cukup nyaring. semua mata tertuju padanya. Semua menatapnya kagum, tapi tidak dengan putra bungsu keluarga nuraga -cakka-. Cakka hanya meliriknya sebentar dan langsung mengalihkan perhatiannya ke i padnya.

"malam."sapa shilla sambil tersenyum, kemudian menyalami keluarga nuraga dengan ramah. kemudian ia duduk di sebelah cakka. Cakka menatapnya tak suka.

'penampilan gue menor gak sih? kok si kunyuk ini litin gue sampe segitunya' batin shilla.

Acara makan malam di kediaman keluarga zainal berjalan lancar. acara tak usai begitu saja, kedua keluarga ini saling berbincang-bincang.

Om boy -ayah shilla- menyuruh shilla dan cakka untuk mengobrol ditaman belakang. Shilla segera berdiri dan menuju taman belakang, cakka hanya mengekor saja.

Sesampainya di taman belakang, shilla duduk di ayunan. Sedangkan cakka, ia hanya duduk di kursi taman sambil mngotak-atik i padnya.

Shilla mengayun-ayunkan kakinya, ia bosan, sangaaat bosan. Shilla menatap langit yang tak berbintang.

"lo setuju dengan perjodohan ini?"tanya shilla memecah keheningan

"setuju nggak setuju akhirnya sama juga kan? gue nggak bisa nolak."jawab cakka yang pandangannya masih stuck di ipadnya. Shilla mendengus kecil, freaky boy.

***

TIK... TIK.. TK..
Rintikan air hujan mulai jatuh membasahi tanah dibumi, cakka segera memasukkan ipadnya ke dalam tas punggungnya. Ia segera menggenggam pergelangan tangan shilla menuju ke dalam rumah mewah milik keluarga zainal.

Sampai didalam rumah, shilla menghentakkan gengganggaman cakka.

"gue suka hujan, ngapain lo tarik-tarik gue?" sinis shilla.

"gue nggak mau disalahin kalo lo masuk rs."ujar cakka dingin.

'terbuat dari es kali ya nih anak, perasaaan dingin banget sama cewek.  padahal ada bidadari turun dari ninja masa nggak ada respon sedikit pun? freaky boy.' ujar shilla dalam hari sambil melirik cakka yang sedang mengotak-atik ipadnya (lagi).

"ngapain lirak-lirik? naksir?"tanya cakka yang tak lepas dari ipadnya (mau dong jadi ipadnya #PLETAK)

"dih, males gila ya gue naksir sama cowok yang bibirnya kayak beberk, tebel trus monyong." ucap shilla sekenanya.

PLUK
Sebuah batu kerikil mendarat mulus dijidat shilla. Shilla mencak-mencak tak karuan, cakka hanya mengatakan satu kata "crazy." Shilla makin sebel dengan cakka.

'awas lo, gue buat cinta mati lo sama gue. liat aja. HUH! bebek kampret lo!' vatin shilla.

Mengejar Restu Ayah -Part 11-


-Part 11-

***
Shilla berbaring di tempat tidurnya, menatap langit-langit kamarnya. serpihan memori-memori indah bersama cakka menari-nari dikepalanya.

Cakka mengajak shilla ke pantai. mereka berdua telah menghabiskan waktu dipantai berjam-jam. Shilla duduk dibawah pohon rindang yang terletak di pinggir pantai. ia sedang asyik mengotak-atik i-phonenya. Cakka berlari kearah shilla dengan membawa dua buah es kelapa muda. Shilla tersenyum kearah cakka.

"nih esnya."

"hehe.. makasih yaa cakkaa yang jelek kayak bebek :p" ucap shilla sambil mennerima es kelapa muda dari cakka(?)

Shill merebahkan kepalanya di bahu cakka, tangan kanan cakka bertengger di bahu kanan shilla (?). Shill memejamkan matanya menikmati angin sore pantai baron.

"shill..." shill hanya berdehem.

"walaupun hubungan kita ditentang sama ayah, lo jangan pernah nyerah ya shill :)" shilla mengubah posisi duduknya.

"tanpa loe surh pun gue bakal terus berjuang demi loe dan demi cinta kita."

"gue sayaaaangggg banget sama loe, jangan pernah tinggalin gue ya shill." shilla memeluk cakka dengan erat.

Shilla terseyum miris. "sekarang nggak ada yang perlu diperjuangin kka, semuanya terlah pergi bersama loe."

***

Hari ini shilla dan angel langsung bertolak ke aussie. shilla memutuskan untuk kuliah dan bekerja di aussie. Sebelum berangkat, shilla dan angel menyempatkan diri untuk pergi kemakam cakka.

"sebenernya sangat sulit kka buat ngelupain lo. gue minta maaf, gue nggak bisa terus-terusan di indo, kalo gue masih diindo buat gue semakin sulit buat ngelupain lo. baik-baik disana ya kka. i love you." ucap shilla sambil mengelus nisan cakka kemudian menciumnya dan berlalu.

***

'okidi shilla, cakka udah tenang disana. lo relain dia dan kembali melanjutkan hidup tanpa senyumnya.' ucap shilla menyemangati dirinya sendiri.

***

10.00 pm
Shilla dan Agel telah sampai dirumah keluarga Pieters. Shilla merebahkan tubuhnya disofa.

"kekamar lo sana." suruh angel.

"entaran napa, gue capek bolak-balik indo-aussie."

'kembali cerewet' batin angel sambil tersenyum.

Angel menaruh membereskan barnag-barangnya. Saat ia keluar dari kamarnya, ia melihat shilla tertidur di sofa. angel tersenyum. Semoga lo bisa ngelupain cakka dan hidup seperti biasa walaupun tanpa kehadirannya Batin angel sambil mengelus rambut shilla. Angel Segera mengambil selimut dan menyelimuti shilla yang tertidur nyenyak di sofa. Angel langsung kembali kekamarnya, ia takut kalo shilla terbangun.

Drrt.. Drrt.. Drrt..
Ponsel shilla bergetar, dengan nyawa masih setengah shilla mengambil ponselnya yang terletak di meja dan segera mengangkatnya.

"halo."

"WOY! LO MALES BANGET SIH?! JAM SEGINI BLM BANGUN!"

"WOY! SIPIT! DISINI MASIH PAGI BUTA ODONG!"

"oiya, gue lupa hehe."

"hmm.. ada berita apaan? semangat banget telpon gue."

"gue nemuin i-phone sama dompetnya cakka dibawah jurang."

"APA LO KATA?!"

"iya, kemungkinan ia jatoh kejurang....~"

"TAPI CAKKA UDAH NGGAK ADA VIN!." histeris shilla.

"Mayat yang dianggap cakka itu ditemuin dibawah bukit. sedangkan dompet dan ponsel cakka dibawah jurang. mustahil banget shill. apalagi isinya masih utuh kok."

"trus?"

"Truk yang nabrak cakka itu truk yang berisikan bahan bakar minyak. jadi, waktu ia nambrak cakka truk itu meledak karna ada percikan api dari motor cakka yang bergesekan dengan aspal. dan ternyata dibelakangnya cakka ada pengendara sepeda motor lain shill."

"jadi ada kemungkinan kalo cakka....~"

***

"awww.."

"Mas sudah sadar? jangan banyak bergerak dulu mas."

"gue dimana?"

"mas didesa suka Maju"

"kamu siapa?"

"saya.."

***

'bentar lagi lo bakalan jadi milik gue dan shilla? akan lebih hancur lagi ketika melihat pacarnya bersanding sama gue!'



Mengejar Restu Ayah -Part 10-

-Part 10-

***
PRANGGG
tak sengaja shilla menyenggol pigura desebelahnya yang berisi fotonya dan cakka sewaktu kecil, hati shilla tak enak. dengan cepat, shilla memunguti pecahan kaca dari figra tersebut. aww, rintih shilla karna jarinya tergores kaca.

'apa yang terjadi tuhan?'

'setiap pertemuan passti ada perpisahan'

"Cakka?"

***

saat sedang membersihkan lukanya, ponsel shilla berbunyi. cakka's mom calling. shilla segera mengangkatnya.

"halo."

"....."

"iya tan ada apa?"

"....."

"APA?! TANTE BOHONGKAN?! TANTE JANGAN BERCANDA DEH!"

"....."

"ja.. jadi mayat cakka belum ditemukan?"

BRAKK
shilla jatuh pingsan, ponselnya terlempar jauh darinya. ia sangat shock dengan semua ini. cakka, orang yang ia cintai sampai sekarang telah meninggalkannya untuk selama-lamanya dan tak bisa

***

shilla mengerjap-ngerjapkan matanya. bau-bau obatpun menusuk-nusuk hidungnya. ia mengedarkan pandangannya keseluruh sudut ruangan ini. ia sangat benci berasa disini, rumah sakit.

Tiba-tiba ada seorang wanita cantik memasuki ruang rawatnya. ternyata angel.


"pesenin gue tiket buat keberangkatan ke indonesia. gue mau balik." ujar shilla yang membuat angel mengernyitkan keningnya.

"are you seriously? tapi kan lo baru aja sampe shill."

shilla tak bisa menahan air matanya. Angel langsung memeluknya dan mengelus lembut punggungnya.

"oke, nanti sore kita berangkat ke indonesia." shilla mengangguk kecil.

***

Setelah pulang dari rumah sakit, mereka -angel shilla- segera menuju bandara. angel sudah membeli tiket sejak beberapa jam yang lalu dan ia menyuruh pembantunya untuk mengemasi barang-barang mereka berdua. sejak keluar dari rumah sakit, shilla hanya diam saja. angel sangat khawatir dengan keadaaan shilla.

***

Bandara Soekarno-hatta, 4.30 am
Shilla sangat tergesa-gesa. dengan langkah seribu ia langsung berada didalam mobil. angel memasukkan koper2nya kebagasi dengan bantuan mang dimang.

setelah menempuh perjalanan selama 30menit, shilla sudah sampai di TPU dimana cakka kemarin dimakaman. Shilla langsung berlari kedalam tpu, ia melihat pusaran cakka masih basah. Shilla jatuh terduduk disamping makam cakka.

Shilla nampak begitu terpuruk, ia memeluk pusaran cakka tak mempedulikan bajunya kotor. Angel menatap shilla iba, ia tak pernah melihat shilla seperti ini.

Angel membantu shilla berdiri karna ia tau sebentar lagi akan turun hujan. Shilla masih menatap pusaran cakka. Dengan perlahan, ia menaburkan bunga mawar dipusaran cakka.

***

Shilla kembali kerumah keluarga zainal. ia masih terlihat sedih. Orang tua shilla sangat sedih mellihat putri satu-satunya terpuruk seperti itu.

***

Cinta Datang Karna Terbiasa (Prolog)




Cinta Datang Karna Terbiasa
(Prolog)


H
A
P
P
Y

READING

***

"APA?"

"papa kan tau aku udah punya pacar?"

"tapi papa udah bernazar sama temen papa waktu sma."

"HAH? papa tuh nggak bisa ngertiin cakka ya? slalu memaksakan kehendak papa tanpa memperdulikan perasaan cakka!"

"papa lakuin ini semua buat kebaikan kamu kka, buat masa depanmu." cakka diam membisu.

"tolong turutin perintah papa yang satu ini kka, habis itu terserah kamu mau lakuin apa aja yang kamu suka. kali ini aja kka, turutin papa, okay?"rayu omgub (papanya cakka)

"(menghela nafas) okay, kali ini doang. kapan acara tunangannya di adain?"

"bulan depan." cakka terlonjak kaget.

***

"WHAT?! tunangan? NO WAY!"

"tapi papa udah ada nazar sama om tunggul, kalo nanti anak pertama papa perempuan, akan menikah dengan anak bungsu dari keluarga nuraga."

"pokoknya aku nggak mau titik!"

"oke, terserah kamu, semua fasilitas yang papa berikan akan papa cabut." gadis itu terdiam.

"(menghelanafas) okidi, kapan acara tunanganya diadain?'

"bulan depan, dan nanti malam. keluarga nuraga akan makan malam dirumah kita, dandan yan gcantik dan feminim."

"nanti malam aku ada job."

"kan bisa di cancel."

"nggak bisa pa... nanti aku usahain deh secepatnya buat pulang cepet."

***

Mengejar restu Ayah -Part 9-

-Part 9-
Perpisahan?

***
'haruskah kuakhiri semua?' batin shilla sambil memandang keluar jendela mobilnya.

"shilla." panggil mamanya.

"kamu yakin nak?" tanyanya, shilla hanya menganggukkan kepalanya.



'Good bye cakka, i will always love you.'

'don't leave me shilla, i can't llife without you'

***

Mobil yang ditumpangi shilla dan keluarganya sudah memasuki pekarangan bandara. shilla sedari tadi hanya melihat keluar jendela.  mama wiwid khaawtir dengan shilla. ia -tante wiwid- tau bahwa anaknya ini sudah sangat mencintai kekasihna itu -cakka-.

"shill." panggil mama shilla. shilla hanya menoleh kearah mamanya.

"udah nyampe." ucap mama shilla. shilla hanya tersenyum dan turun dari mobil untuk mengeluarkan koper-kopernya dari bagasi mobil.

Degan bantuan mang ujang, akhirnya semua koper shilla berpindah tempat ke sebuah trolly besar yang telah disediakan leh pihak bandara. shilla mengacak-acak tas kecil yang bertenggel di lengan kanannya itu. ia mencari-cari tiket pesawatnya. tante wiwid yang menyadari gelagat anaknya itu langsung megeluarkan sebuah amplop yang berisi tiket, shilla memandang mamanya sambil menepuk dahinya sendiri.

"mama kok nggak bilang dari tadi sih?" tanya shilla sambil mengambil alih tiket itu.

Suara seorang audience menggema di bandara, mengumumkan bahwa keberangkatann ke aussi dengan pesawat blue air akan segera berangkat. shilla segera berpamitan dengan orang tuanya danlangsung berbalik arah menuju pintu masuk untuk check-in.

'life must go on cakka, aku selalu sayang kamuu sampai kapanpun :')'

***

Cakka memacu kecepatan motornya dengan kecepatan tinggi, ia berusaha menyingkat waktu agar bisa bertemu dengan shilla. dengan harap-harap cemas, cakka langsung memarkirkan motornya disembarang tempat dan langsung berlari menerobos orang-orang yang sedang berada di bandara.

'PErmisi.. Permisi." ucapcakka beberapa kali.

Ketika cakka melihat orang tua shilla, cakka langsung menghampiri mereka dan bertanya apakah shilla masih disini. namun, jawaban dari mulut mereka tak seperti yang cakka harapkan. pesawat yang ditumpangi shilla sudah terbang dari 5 menit yang lalu. tubuh cakka seakan tak bertulang lagi, ia terduduk lemas dilantai. tak mempedulikan anggapan semua orang tentang dirinya.

Tiba-tiba handphone cakka berbunyi. rio -sahabatnya menelfonnya, dengan malas cakka mengangkat telfon itu.

"lo dimana?!" tanya rio.

"bandara."

"apa?!"

"ngapain lo disana? hah?! acaranya mau mulai!"

"....."

"gue jemput lo."

KLIK
Sambungan pesawat telfon itu langsung di matikan oleh cakka.


***

"KAMU MAU BIKIN AYAH MALU DIDEPAN KELUARGA LAURENT DAN TAMU UNDANGAN PAPA?! NGGAK PUNYA OTAK KAMU!" ucap ayah tunggul sambil menonyor kepala cakka, cakka hanya diam saja. ibundha cakka memegang kedua bahu cakka dan mengelusnya lembut agar dapat memberi sedikit ketenangan untuknya.

"KAMU ITU! UDAH AYAH BILANG! HARI INI HARI TUNANGAN KAMU DENGAN PRISSY! DAN SEKARANG KAMU SUKSES MEMBUAT AYAH MALU DIDEPAN SEMUA ORANG! MAU DITAROH DIMANA MUKA AYAH INI! HAH?"

"ayah nggak pernah bisa ngertiin cakka. terserah ayah sekarang." ucap cakka yang langsung pergi meninggalkan ayah dan ibundanya diruang keluarga.

"DASAR ANAK KURANG AJAR!"

***

Setelah menempuh jarak berjam-jam, shilla akhirnya sampai di Bandar Udara Sydney Kingsford Smith. shilla segera mengemasi barang bawaanya dan turun dari pesawat. sampai didalam bandara, shilla segera mengaktifkan ponselnya dan segera mengambil trolly besar untuk mengangkut koper-kopernya yang besar dan ranselnya.

Saat sudah melewati pintu keluar bandara Sydney Kingsford Smith, shilla mengedarkan pandangannya ke segala arah. ia mencari seseorang sampai ada yang memanggil namanya. shilla menoleh dan tersenyum setelah tau siapa yang memanggilnya tadi. dengan cepat, shilla menghampiri orang yang memanggilnya taadi.

"shillaa! aaa.. omg miss you so bad girl." ucap angel -sepupu shilla-. shilla hanya tersenyum menanggapi angel.

Angel adalah sepupu shilla yang palig dekat dengannya -shilla-. Dulu, shilla dan angel selalu satu sekolah, kemana-mana selalu berdua. banyak yang bilang bahwa mereka seperti anak kembar. tapi, suatu hari saat mereka menginjak sma, angel dan keluarganya pindah ke aussi. dan itu adalah awal perpisahan mereka.

"ashilla? can you speak any one word?" tanya angel yang sedari tadi memperhatikan sikap diam shilla. tak biasa seperti ini. basanya shilla kalo ketemu angel pasti ceria, sekarang kok mendung.

"ashillaaa?" panggil angel lagi. karna jengkel tak ada respon dari shilla. akhirnya angel meneriaki nama shilla tepat ditelinga shilla. silla langsung menonyor kepala angel.

"what the hell? angel?!" teriak shilla sambil menjewer telinga angel. angel hanya meringis dan membentuk jarinya seperti huruf v

Selama perjalanan menuju rumah sepupunya. shilla hanya diam sambil memandangi ponselnya. tak terasa kristal-kristal itupun jatuh kepermukaan pipi shilla , dengan cepat ia menyerka air matanya agar angel tak mengetahuinya.

Mobil angel tiba-tiba berhenti disebuah kawasan perbelanjaan yang besar di sydney. Queen Victoria Building. shilla segera mengedarkan pandangannya ke arah bangunan pusat perbelanjaan ini. mall ini sangat elegan, bangunan yang dibuat sekitar tahun 1890-an itu tetap berdiri kokoh dan indah.

Shilla mengeluarkan kamera DSLR'nya untuk mengabadikan gambar pusat perbelanjaan ini. angel segera menarik shilla yang sedang asyik membidik obyek gambarnya. shilla mendengus kesal. ia pasrah dengan tangannya yang ditarik angel itu. jujur, ia takut tersesat disydney.

"this is good or bad?" tanya angel sambil menunjukkan sebuah drees pendek tanpa lengan dengan warna hijau tosca dan dihiasi oleh pita yang melingkar pada pinggang.

"nice." ucap shilla singkat dan cuek.

"ayoo go home angel, i'm tired." ucap shilla, angel akhirnya membayar kekasir baju yang ia pilih tadi. lalu menuju mobil.

"you know, the clothes there are very nice and fashionable." ucap angel dengan nada kecewa. dasar otak shopping, pikirku.

Sesampainya dirumah angel, shilla sangat keagum dengan bangunan rumah tn. pieter yang sederhna tapi elegan.

"your room up there. next to my room. I was shopping  bye shilla. if there is anything call me babe. see you"ucap angel yang langsung meninggalkan shilla.

tanpa pikir panjang, shilla langsung menyeret kopernya menuju ruang dua. setelah sampai dikamar barunya. shilla segera memindahkan baju-bajunya dari koper ke almari berkaca yang memiliki 3 pintu itu. kemudian, shilla menata barang-barangnya atau barang-barang pemberian cakka untuk menghiasi ruangan barunya itu.

Shilla memandangi kamar barunya itu. sangat besar, pikirnya. dikamarnya ini ada sebuah tempat tidur king size, tv lcd 34 inch, almari, meja rias, meja belajar, dan barang-barang mewah lainnya. shila memandangi balkon kamarnya, ia mberjalanmenuju balkon kamarnya yang mengarah langsung ke arah kota sydney yang ramai. angin berhembus kencang.

***

Cakka segera keluar dari rumahnya dan langsung memacu ninja hitamnya menuju bukit pelangi. saat melewati tikungan tajam, cakka yang pikirannya sedang kacau tak memperhatikan jalan.

BRUUKK
sebuah truk dengankecepatan tinggi, menabrak motor ninja cakka, cakka terpental jauh ke bawah bukit.

Jalanan sangat sepi, keadaan jojga sore ini mendung. jarang ada orang yang melewati jalan ini. akhirnya supir truk itu berjalan meninggalkan tempat kejadian itu.

CAkka jatuh kebawah bukit, tubuhnya berlumuran darah. tangan dan kakinya sulit untuk digerakkan. tak ada seorangpun yang mengetahuinya.

PRANGGG
tak sengaja shilla menyenggol pigura desebelahnya yang berisi fotonya dan cakka sewaktu kecil, hati shilla tak enak. dengan cepat, shilla memunguti pecahan kaca dari figra tersebut. aww, rintih shilla karna jarinya tergores kaca.

'apa yang terjadi tuhan?'

'setiap pertemuan passti ada perpisahan'

"Cakka?"
picture by : @CSFevers_

Mengejar Restu Ayah -Part 8-


-Part 8-
Haruskah ku akhiri?



"abisnya lo nggak ngerespon gue sih. terpaksaaa yaaa itu."

"ah masa?" goda cakka.

"ih seriusss.." cakka tak menggubris perkataan shilla barusan. ia mendekatkan wajahnya ke wajah shilla. nafas mereka saling beradu. parfum cakka menusuk hidung shila. saat bibir mereka saling bersentuhan, tiba-tiba ada seorang perempuan memasuki kamar rawat shilla.

"dan gue bahagia banget. kepercayaan lo sama gue masih ada :)" batin silla

"CAKKA!" sontak cakka dan shilla menjauhkan diri mereka dan langsung menoleh kearah pintu. cakka dan shilla mendengus kesal.

"lo berdua ngapainnn?!" histeris via.

"lo ganggu tau nggak?" ujar cakka dengan bibir dimajukan 5cm (?).

"hahaha, bibir lo nggak usah dimanyun-manyun'in gitu tambah jelek tau cak.. hahahaha." balas via.

"lo kalo mau cari koko apin dia tadi keluar." ucap shilla yang sedari tadi bungkam.

"oh, gitu ya? oke bye. lanjutin tuh yang tadiii." ucap via yang langsung lari karna ia sadar sedang dipelototin dua sejoli ini.

Cakka dan shilla kembali dalam diam, rasanya canggung untuk mereka berbicara. Handphone cakka berdering, lantunan lagu yang dinyanyikan shilla menjadi nada dering di hpnya cakka. cakka segera mengangkat telfon itu dan keluar dari ruang shilla.

Saat sedang asyik bermain gadget, tiba-tiba ada seseorang memutar handle pintu. shilla tak mempedulikannya. mungkin cakka, pikirnya. shilla masih berkutat dengan gadgetnya. orang itu mendekati shilla, shilla masih tak berguman.

Langkah kaki orang itu terdengar jelas oleh shilla. shilla memandang orang itu, matanya terbelalak sambil  menutup mulutnya agar tak mengeluarkan suara seditipun.

"elo?!"

"ahahhaha, hallo nyonya ashilla? apa kabar? udah lama ya kita nggak ketemu?"

"lo.. lo ngapain disini. jadi bener elo itu.."

"iya! gue cuma mau lo pergi dari kehidupan cakka dan orang-orang yang gue sayang!"

"ke..kenapaaa?"

"lo nggak ingat kejadia diparis itu? lo udah bunuh eizel! pacar gue yang paling gue sayangi!" shilla hanya diam dan mencerna kata-kata wanita itu. otaknya mulai bekerja, kepingan-kepingan memori itu kembali menari-nari dalam pikirannya.


Paris sore ini dilanda mendung, dua remaja sedang bermain ditaman dekat eiffel tower. Mereka sedang asyik bercanda. mereka berdua adalah eizel dan prissy.

Tiba-tiba prissy mengajak eizel pulang, eizel menuruti keinginan pacarnya itu. saat akan menyebrang jalan, eizel melihat shilla yang berada ditengah jalan sambil memunguti sayurannya yang jatuh.

Dari arah timur, ada sebuah mobil mini cooper dengan kecepatan tinggi, eizel yang melihat itu langsung mndorong shilla kepinggir jalan sedangkan eizel masih berada ditengah jalan.

BRAKK
eizel terlempar jauh, mobil mini cooper itupun langsung pergi meninggalkan eizel yang berlumuran darah. Prissy langsung menghampiri eizel begitupun dengan shilla.

Orang-orang langsung membawa eizel ke rumah sakit terdekat. namun nyawa eizel tak dapat ditolong. eizel kekurangan banyak darah. shilla ikut sedih dengan kematian eizel, biar bagaimanapun ia -eizel-adalah sahabat terbaiknya.

"vous! Vous avez tué mon copain!(kamu! kamu membunuh pacar saya!)" Ucap prissy sambil menunjuk kearah wajah shilla.

"désolé, mais je n'ai pas l'intention de nuire à mon meilleur ami! (Maaf, tapi saya tidak punya niat untuk menyakiti sahabatku!)" Jawab shilla dengan nadai setengah tinggi (?)

"jadi... kamu ahilla?" tanya prissy. shilla hanya mengangguk.

"Vous avez capturé les coeurs de ma copine (Kamu telah merebut hati pacar saya)" lanjut prissy.

"sorry, gue sama dia cuma sahabat, nggak kurang ataupun lebih. dan gue turut berduka cita atas kematian pacar lo." ucap shilla sambil meninggalkan prissy.

"Aku akan membalas semua yang telah kamu lakukan padaku dan eizel. aku akan membuatmu merasakan bagaimana kehilangan seseorang yang berharga dalam hidupmu, tunggu tanggal mainnya ashilla!"

Shilla hanya tersenyum miris mengingat semua kejadian itu. prissy memandanng shilla dengan tatapan membunuh. shilla meliriknya, lalu tersenyum.
"lo inget kan?! gue benci lo!." ucap prissy sambil mengeluarkan pisau lipatnya.

"kalo lo mau bunuh gue, bunuh aja lagi."balas shilla sambil tersenyum. prissy langsung menghampiri shilla dan akan menusuk perutnya. namun shilla bisa menghindar, ia menggunakan jurus karatenya yang ia pelajari beberapa tahun yang lalu.

tap..tap..tap..
suara langkah kaki alvin bergema, prissy yang mendengarnya langsung pergi agar tidak ketahuan leh siapapun.

"lo! liat aja nanti! gue akan buat lo bayar semuanya!" ucap prissy sambil melempar pisau lipatnya kearah shilla. shilla hanya meringis, kini pisau itu menyayat tangan kanannya.

***

"kok bisa gini sih shill?" tanya alvin.

"gue juga nggak tau ko, sebenci itu ya dia sama gue?"

"lain kali, lo ati-ati. prissy akan selalu nyakitin lo." naseht alvin, shilla hanya mengangguk.

'lo, udah buat gue menderita shill. gue bakal rebut semua kebahagiaan lo, melalui tangan orang lain.' ucap seseorang dari balik kaca ruang rawat shilla sambil tersenyum sinis.

***

"apa yah?!"

"iya, lusa pertunangan kamu akan segera dilaksanakan. semua undangan sudah disebar luaskan dan semua persiapannya sudah 90%"

"tapi yah, kenapa ayah nggak bilang sama cakka dulu?! cakka nggak suka kayak gini yah."

"CAKKA! CUKUP!" bentak ayah.

"kamu harusnya ngerti perasaan kka." ucap bunda cakka yang tiba-tiba muncul.

"apa dha?! kamu bilang apa? ngertiin kka? kka yang harus ngertiin ayah! dia itu susah diatur sejak berpacaran dengan shilla itu!"

"tapi kka rajin ibadah nggak masuk kepergaulan bebas kan yah? apa prissy, yg baru ayah kenal itu akan bisa menjaga cakka seperti shilla menjaga kka? pikir dong yah!" marah bunda idha, ayah tunggul cuma diam.

"besok aku sama kka akan kejakarata, kalo ayah nggak ngebatalin pertunangan itu. kita pisah."

"tapi dha." sela ayah tunggul. tapi bunda idha langsung membawa cakka masuk kedalam untuk membereskan soal pertunangan.

***

"gimana?"

"beres."

"bagus, kita hancurkan dia bersama-sama."

***

Shilla termenung di kamarnya sendiri, ia menatap slidelock i-phonenya. ya, hari ini shilla sudah dibolehkan pulang kerumahnya, namun tak ada kabar dari cakka. akhirnya ia memutuskan untuk menyalakan televisi sambil tiduran.

tiba-tiba sang mama mengetuk pintu kamarnya, shilla menyilahkannya untuk masuk. mamanya memberi shilla sebuah undangan berwarna ungu tersebut.

Cakka Nuraga
                     &
                       Agatha Pricilla

Akan segerra bertunangan pada :
Hari : Sabtu, 11 desember 2013
Jam : 7.30 pm
Tempat : Pricilla's ballroom

dimohon datang tepat waktu.

"jadi..." shilla menangis sejadi-jadinya.

***

"Kamu serius shill?" tanya orang tuanya.

"shilla serius ma, pa. shilla mau ambil kedokteran di aussie."

"tapi cakka?" tanya mamanya, shilla hanya tersenyum.

"baiklah kalo itu yang terbaik bagimu shill, papa bahagia jika kamu bahagia." ucap papanya.

Hari isabtu tanggal 111213, hari yang menyebalkan bagi cakka, karna dia akan segera bertunangan dengan orang yang sangat ia benci. cakka berharap shilla datang dan membatalkan pertunangan ini. Bundhanya kenapa juga ikut menyetujuinya? bukankah kemarin ia -bunda cakka- menolak pertunangan ini?

drrt.. drttt...
Handphone cakka berbunyi, ada pesan masuk dari shilla.
1 new message
From : heart :*
Cakka, aku turut bahagia ya atas pertunanganmu dengan prissy.
bahagiain dia ya :) Jangan pernah cari aku.
aku slalu ada dihatimu selamanyaa :)

-shilla-

Cakka membanting handphonnya, SHIT! ia segera pergi dari kamarnya dan memacu ninja hitamnya menuju rumah shilla.

TIng.. nong..
bunyi bel rumah shilla mengagetkan bi ijah -pembantu shilla- yang sedang embereskan rumah. ia segera berlari menuju pintu utama rumah ini.

"cari siapa ya den?"

"shilla nya ada bi?"

"non shila hari ini ke aussie den, baru aja tadi berangkat ke bandara." mndengar ucapan bia ijah, cakka langsung menuju bandara.

***
'haruskah kuakhiri semua?' batin shilla sambil memandang keluar jendela mobilnya.

"shilla." panggil mamanya.

"kamu yakin nak?" tanyanya, shilla hanya menganggukkan kepalanya.



'Good bye cakka, i will always love you.'

'don't leave me shilla, i can't llife without you'




To be continued



picture by : @Nafithaes1

Mengejar Restu Ayah -Part 7-


-Part 7-
Kembalinya kepercayaan cakka :)

BRAKK..
shilla tersungkur di rerumputan, wajahnya sangat pucat. seorang pemuda menggendongnya menuju mobilnya dan membawa shilla menuju rumah sakit terdekat.

Ditempat lain
"ahahahah! makasih ya."

"....."

"gue seneng shilla kesiksa!"

"....."

"kita liat aja, sampai mana merek abisa bertahan."

"....."

"oke, oke. gue bakal laksanain tugas gue."

"...."

"bye"

***

Setelah bau obat-obatan menusuk hidungnya, shilla mulai menngerjap-ngerjapkan matanya secara perlahan. Yang ia lihat kini hanyalah ruangan bernuansa putih bersih, dan obat-obatan serta makanan yang ditaruh di meja sebelah ranjangnya. shilla mendengus pelan. terulang lagi, kesalnya. shilla sangat benci dengan yang namanya rumah sakit.

Shilla mengedarkan pandangannya kepenjuru ruangan. pffttt membosankan, pikirnya. ia hanya sendiri di ruang rawat ini. tiba-tiba ia teringat sesuatu. siapa yang membawanya kemari? seingatnya ia tadi masih di bukit pelangi.

tiba-tiba ada seseorang memutar handle pintu, shilla sangat kaget melihat seorang yang sangat ia rindukan kini berada didepan matanya. lelaki itu terus mendekati shilla, senyumpun mengembang dibibir cantiknya itu. lelaki itu tersenyum kepada shilla dan mencubit pipi chubby'nya itu.

"koko apiin!" teriak shilla sambil memelik pemuda itu.

"alvin shilla, alvin.. bukan apin." protes lelaki itu. shilla tertawa geli melihat tinglah alvin.

***

cakka sedari tadi terus mondar mandir dikamarnya. ia khawatir dengan keadaan kekasihnya. karna beberapa saat lalu ia mendapat telfon dari seorang lelaki yang menmberitahukan bahwa penyakit magh shilla kambuh lagi. saat itu juga cakka menjadi khawatir, dialah sebab shilla tak mau makan dan akhirnya maghnya kambuh.

Akhirnya cakka memutuskan untuk pergi menjenguk shilla, ia menuruni tangga dengan setengah berlari. ia melewati ayahnya dan prissy yang sedang asyik berbincang-bincang.

"cakka! mau kemana?" tanya om tunggul"ada urusan bentar yah. bye ayah!" jawab cakka langsung tancap gas.

"dasarr.. prissy mau nunggu cakka?" tanya om tunggul pada prissy, prissy hanya mengangguk sambil terenyum
manis kepada om tunggul.

***

Diruang rawat shilla, sudah beberapakali ia mendengus kesal karena alvin selalu membujuknya untuk makan bubur yang diberi oleh perawat tadi itu. alvin terus membujuk shilla, akhirnya shila mau membuka mulutnya, alvin langsung menyuapi shilla.

ketika alvin sedang menyuapi shilla, pintu ruang rawat shilla terbuka. shillla memandang sinis orang dibalik pintu tersebut. alvin menoleh dan tersenyum kepada orang itu. orang itu mendekati shilla dan alvin.

"ngapain lo kesini? mau bilang semua yang gue bilang tadi itu bohong? kalo lo msih nggak percaya sama gue yaudah. nggak usah pake nyolot." ucap shilla sambil melipat kedua tangannya didepan perut. orang itu hanya tersenyum.

"biar gue yang nyuapin vin." shilla menatap cakka dengan tatapan bertanya-tanya. cakka kenal koko apin?!

Dengan senang hati alvin menyodorkan mangkuk bersi bubur itu kepada cakka, kemudian alvin berpanitan untuk keluar sebentar.

setelah alvin keluar, keduanya tenggelam dalam diam. shilla mengotak-atik handphonenya. sedangkan cakka? ia tengah asyik memandangi wajah shilla. shilla melirik cakka.\

"ngapain lo liat-liat?" tanya shilla sinis.

"gue baru sadar kalo pacar gue ternyata bidadari khayangan yang nyasar kebumi."

"dih, apaan banget deh lo."

"beneran deh.. (sambil mengalihkan pandangannya ke bubur) makan yuk.. (sambil menyodorkan sendok ke arah mulut shilla) aaaa..." shilla menutup rapat-rapat mulutnya.

Cakka terus membujuk shilla, akhirnya shillapun mengalah dan mau makan bubur buatan rumah sakit itu. sambil bercanda, cakka terus menyuapi shila. ia bahagia gadisnya ini sudah memaafkan keegoisannya.

Cakka sedang sibuk memperhatikan setiap lekuk wajah gadisnya itu. ia tersenyum. shilla menoleh kearah cakka dan mengerutkan keningnya kemudian ia melambai-lambaikan tangannya didepan wajah cakka. namun cakka masih senyum-senyum sendiri, shilla merasa kesal.

"cakka" tak ada respon dari cakka. shilla mengecup pipi kanan cakka. cakka terlonjak.

"ciee.. yang suka cium pipi cakka nih cieee."goda cakka.

"abisnya lo nggak ngerespon gue sih. terpaksaaa yaaa itu."

"ah masa?" goda cakka.

"ih seriusss.." cakka tak menggubris perkataan shilla barusan. ia mendekatkan wajahnya ke wajah shilla. nafas mereka saling beradu. parfum cakka menusuk hidung shila. saat bibir mereka saling bersentuhan, tiba-tiba ada seorang perempuan memasuki kamar rawat shilla.

"dan gue bahagia banget. kepercayaan lo sama gue masih ada :)" batin silla

"CAKKA!"

***



Mengejar Restu Ayah -PArt 6-


-Part 6-
He destroys everything

***
‘he's come back. tapi, lo cuma masa lalu gue raka. Cakka masa depan gue. Gue udah pendam dalem-dalem  lo dan kenangan-kenangan kita. Life must go on raka.’ Batin shilla.

Ditempat lain.
“ngapain lo ngajak gue ketemuan malem-malem.”

“cuman mau ngajakin kerja sama doang.”

“kerja sama apaan?”

“.....” orang itu membisikan sesuatu.

“hahaha, gue terima.”

***

Mentari mulai muncul dari ufuk timur cahanya mentari menerobos celah-celah kecil kamar shilla. gadis ini mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali. tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi. gangu banget, pikirnya. dengan langkah gontai ia menuju ke arah daun pintu lalu ia memutar handlenya.

Matanya terbelalak seperti ingin keluar dari tempatnya. Raka, cowok itu datang pagi-pagi ke apartemen shilla dengan membawa bunga sebanyak ini sehingga menutupi wajahnya.

Dalam hati shill bertanya-tanya apa yang akan dilakukan oleh pemuda masa lalunya itu? ah ada-ada saja tingkahnya itu.

"ngapain kesini? ganggu tidur cantik gue tau nggak?" omel shilla. raka segera memberikan bucket bunga yang dibawanya kepada shilla, kemudian ia mencium pipi shilla.

"good morning princess cilla."

"apa-apaan sih." shilla langsung mengembalikan bucket bungan itu pada raka dan segera menutup pintu dengan kasar. raka hanya tersenyum sinis. permainan baru dimulai shilla

***

Shilla mengambil handphone'nya betapa kagelnya ia saat melihat 19 new message and 39 missed call. shilla menghela nafas dan membanting dirinya di sofa. gila, pacarnya itu trlalu rajin untuk membangunkannya pagi-pagi.

Hey little baby
kau membuat nafas ini
lepas dan tak terkendali tak bernyali
lagu dari the finest tree- lupa bawa nyali itu menggema di kamar tidur shilla, dengan langskah seribu shilla langsung menyambar handphonenya yang berada di meja rias.

Mr. Bebek's caling
Shilla langsung mengangkat telfon dari pacarnya itu dan langsung menyapanya dengan ceria, obrolan merekapun berkembang. sampai-sampai tak terasa mereka berdua sudah berkomunikasi lewat pesawat telefon selama 2 jam.

Shilla menyudahi sambungan pesawat telfonnya karna hari ini ia ada jadwal manggung di salah satu tv nasional.

"mbash, cepetan napa?" teriak shanin -adik sekaligus manager shilla-

"kampret tu anak, bikin gendang telinga gue mau pecah." shilla segera berbenah diri.

***

Icilovers television
Hari ini shilla menjadi salah satu bintang tamu di icilovers television, kali ini shilla membawa kan single terbarunya berjudul #BIEB.

Setelah selesai tapping, shilla menyempatkan diri untuk menyapa para fansnya di backstage. banyak hadiah yang diterimanya. Setelah puas bercuap-cuap dengan fansnya, shilla langsung kembali ke apartemen.

drrtt.. drrtt...
3 new message
From : Mr. bebek
Apa maksudnya foto-foto ditwitter itu?!
20 minutes ago

From : Mr. bebek
shilla! jelasin sama gue apa maksud foto-foto ditwitter itu?!
15 minutes ago

From : Mr. Bebek
Please, jelasin ttg foto2 yang tersebar ditwitter itu!
3minutes ago

Replied
To : gue nggak tau apa yang lo maksud kka.
one minutes ago

From : Mr. Bebek
Mending lo buka twitter, dan jelasin sama gue ttg itu semua.
nanti kita ketemuan ditempat biasa jam 4 tepat.
tepat waktu!
2 minutes ago

Replied
To: Mr. Bebek
iya iya, control emosinya dulu kka :*

Setelah membalas pesan dari cakka, shilla langsung log in ke account twitternya. 499 mentions, shilla membuka beberapa mentions semua orang membahas foto dirinya bersama RAKA?!

HAH?! foto rakshill tersebar di twitter, foto-foto mereka berupa saat raka memberikan shilla bunga tadi pagi dan shilla menerimanya. foto yang kedua : foto saat raka mencium pipi shilla dan shila masih menggenggam bunga pemberianraka tersebut.

SHIT! licik baanget sih si raka itu. umpat shilla dalam hati. ia merasa sedih karna raka yang ia sayangi -dulu- sekarang berubah 180 derajat.

shilla memutuskan untuk mengkonfirmasi lewat twitter tentang foto-foto itu, ia takut kalo semua orang menganggap ia berpacaran dengan raka. shilla mengetik username twitternya beserta password nya

@ashillazahrantiara : "Please ya guys, foto-foto itu cuma rekayasa, gue dujebak. please ngerti dong yaa."

beberapa menit kemudian, tweet cakka muncul di TL shilla.

@Cakkanuraga     : "Jangan sia-siakan kepercayaan gue yang udah gue kasih sama lo"

shilla mengerutkan dahinya, semuanya makin runyam. ia memutuskan untuk me-log out twitternya, saat hendak me-log out twitternya.. tiba-tiba ia melihat tweet ayah tunggul seakan-akan memjokkan dan menyalakan shilla.

@tungguldhewanuraga : "saya takutnya ya kayak gini, anak saya sakit karna tingkah anda yang LABIL! makanya saya tak pernah menyetujui anda dengan anak saya."

Ya allah, kenapa semua jadi runyam seperti ini. " batin shilla

***

Matahari mulai condong kebarat, hari ini cuaca di jogja agak mendung. shilla menatap awan-awan yang berjalan itu. tiba-tiba ada seseorang yang duduk disampingnya. shilla menoleh, ia mendapati pacarnya sedang duduk sambil memeluk lutut.

Disinilah tempat favorite shilla dan cakka, mereka menamai bukit ini denga bukit pelangi, karna dulu mereka sering menunggu pelangi bersama disini. disini pula, shilla mulai mengenal cakka dan dekat dengannya. tempat ini menyimpan sejuta kenangan mereka berdua.

Backsound : acha-sampai menutup mata

"rakaa.. cila nggak mau kehilangan raka.." ucap cila sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. shilla tetap duduk ditempatnya, tiba-tiba seorang anak laki-laki memayunginya.

"nanti kamu bisa sakit, ayo kita berteduh digubuk itu." ucap anak laki-laki itu sambil menunjuk sebuah gubuk di ujung bukit. shilla menatap anak laki-laki itu dengan sendu, tanpa pikir panjang shilla langsung  berdiri dan memeluk anak laki-laki itu.

"kamu mau kan jadi sahabat cila seperti raka yang selalu menjaga dan melindungi ciila?"

"iya aku mau, oh iya cila kenalin nama aku cakka." mereka berdua tersenyum, hujan sudah reda pelangipun menampakkan dirinya.  sejak saat itu cakka dan shilla menamakan bukit itu dengan bukit pelangi.

"jelasin sekarang." ucap cakka denga nada dingin. shilla menceritakan semua dari awal sampai akhir, namun hasilnya nihil. cakka sama sekali tak percaya dengan ucapan shilla. entah apa yang membuatnya tak percaya dengan gadis yang selalu mengisi hari-harinya itu dengan warna-warna cerah.

Cakka langsung berana meninggalkan shilla. shilla masih duduk manis ditempatnya. hujan pun turun dengan derasnya, shilla tak mau beranjak juga dari tempatnya. ia menikmati hujan yang telah membawanya ke masa lalunya itu bersama cakka.

***

"apa ayah bilang, dia itu labil! makanya ayah nggak suka kamu dengan dia. lebih baik kamu dengan prissy, orangnya setia, ramah, lemah lembut dan nggak labil kayak pacarmu itu."

"K tau yah, tapi kka udah bener-bener cinta sama dia yah."

"cinta itu datan gkarna terbiasa kka, kamu terbiasa dengan gadis labil itu, maka lama-kelamaan kamu akan mencintainya. sekang cobalah menjauhi gadis labil itu dan mulai;ah mendekati prissy. life must go on kka."

***

"RAKAAAAA! GUE BENCI LO!" teriak shilla sekencang-kencangnya.

"he destroys everythings" batin shilla

BRAKK..
shilla tersungkur di rerumputan, wajahnya sangat pucat. seorang pemuda menggendongnya menuju mobilnya dan membawa shilla menuju rumah sakit terdekat.

Ditempat lain
"ahahahah! makasih ya."

"....."

"gue seneng shilla kesiksa!"

"....."

"kita liat aja, sampai mana merek abisa bertahan."

"....."

"oke, oke. gue bakal laksanain tugas gue."

"...."

"bye"

To Be continued

Mengejar restu Ayah -Part 5-


-Part 5-
He's Come back

***

“cakka”

“prissy”

***

“Gadis itu?” ucap shilla setelah keluar ari ruang rawat bunda idha. Pikirannya masih tentang gadis yang bernama prissy itu. Jangan-jangan... shilla segera membuang jauh pikiran negatifenya tentang prissy. Sekarang shilla berjalan tergesa-gesa menuju kantin. Perutnya dari tadi sudah minta dikasih makan, soalnya sejak diculik cakka tadi siang sampai malam kayak gini belum ada makanan yang masuk ke perut shilla. Saat akan masuk ke foodcourt, tiba-tiba..

BRUKK....
Shilla menabrak seorang pemuda bertubuh kekar, shilla teruduk di lantai. Seadangkan orang yang menabraknya memunguti berkas-berkas yang dibawanya, kemudian peuda itu mengulurkan tangannya didepan wajah shilla untuk membantunya berdiri. Tanpa pikir pabjang shilla menerima uluran tangan pemuda tersebut, saat menatap wajahnya shilla tertegun. Dia?

“ra..ka” Ucapnya lirih. Pemuda itu menatap shilla dari ujung kaki sampai ujung kepala *kebalik(?)*

“emm.. cila? Eh, shilla. Ashilla zahrantiara. Oh hy girl (memeluk shilla) I miss you.” Shilla masih tertegun.

“shilla.” Panggil cakka. Shilla segera terbangun dari lamunanya dan mendorong bahu raka lalu ia berlari ke arah cakka. Raka berjalan santai mendekati cakka dan shilla.

“siapa dia cil?” tanya raka sambil menunjuk wajah cakka. Cakka mrnyingkirkan jari raka dari wajahnya.

“gue pacarnya. Ayo shill kita pulang, udah malem.” Ucap cakka sambil merangkul shilla dan meninggalkan raka.

“Cuma pacar aja belagu.” Cakka menghentikan langkahnya dan membalik badannya sambil menatap raka dengan tatapan membunuh. Raka hanya tersenyum sinis.

“gue sama shilla udah bersama sejak kita kecil, lo kenal dia baru aja BELAGU.” Cakka menghampiri raka ran mncengkram kerah kemeja raka.

“lo, jangan pernah ganggu shilla lagi, atau nggak lo bakal ancur. Inget itu!” ancam cakka. Shilla menarik cakka
untuk meninggalkan raka.

***

Selama perjalanan, mereka hanya tenggelam dalam diam. Shilla masih bermain dengan kepingan memorinya.

Pagi ini bandung sangat cerah, dua orang bocah sedang bermain-main di sungai. Kedua bocah itu bernama raka dan cila.

“cila, pemandangan disini sangat indah loh. Sini!.” Ucap raka.

“enggak ah, cila takut jatuh. Batunya terlalu besar raka.”

“kan ada aku disini.”

“ish, apa sih raka.” Salting shilla.

Shilla menghampiri raka. Ia naik keatas sebuah batu besar itu, raka membatu shilla untuk naik ke atas batu, shilla berhasil naik kebatu besar itu. Tiba-tiba raka terpeleset saat hendak berdiri, dan akhirnya raka jatuh kesungai dan terbawa arus sungai.shilla langsung turun, ia memanggil-manggil nama raka, tak ada jawaban dari raka. Shilla memutuskan untuk duduk dibawah pohon yang rindang, ia menangis. Tiba-tiba ada yang mengelus rambutnya, shilla mendongak, ia langsung memeluk orang  itu.

“raka, cila mohon, raka jangan pernah tinggalin cila ya.”

“raka janji.”

Keesokan  Harinya, raka bersiap-siap untuk meninggalkan indonesia. Ya, hari ini dia akan pindah ke america. Raka menitipkan sebuah surat ke mamanya shilla.

Shilla’s room

Shilla masih bergulat dengan mimpinya, tiba-tiba mamanya mengetu pintu kamarnya. Shilla mendengus kesal. Masih ngantuk juga, batinnya.

“ada apa mah?” ucap shilla sambil mengucek-ucek matanya. Mamanya hanya memberikan sebuah amplop berwarna biru laut, warna kesukaannya. Tanpa pikir panjang shilla mengambilnya dan menutup pintu kamarnya kemudian ia duduk dipinggir tempat tidurnya. Ia masih mengamati surat yang diberikan mamanya tadi. Dari siapa ya, tanyanya dalam hati.

Akhirnya shilla membuka amplop berwarna biru laut tersebut. Surat ternyata, dari siapa ya? Tanya shilla dalam hati.

Dear Cila,
Cila, maafin raka ya. Raka harus pergi cila.
Maafin raka juga, nggak bisa nepatin janji raka waktu disungai kemarin.
Raka janji, raka akan balik ke indonesia, biar raka sama cila bisa hidup bersama.
Jangan lupain raka ya cila, raka sayang cila

Salam manis,
Raka

“RAKAAAAA!” teriak shilla histeris.

***

“seenaknya aja lo pergi, dan sekarang seenaknya juga lo balik ke kehidupan gue tanpa lo. Gue benci lo raka..!” teriak shilla dalam hati.

“shill?”panggil cakka.

“gue benci lo!.” Teriak shilla. Cakka hanya mengerutkan keningnya dan bertanya-tanya dalam hati apa yang dimaksud oleh gadisnya itu.

“shilla? Hey.” Panggil cakka sambil memegang pipi shilla. Shilla menatap cakka dan meminta maaf, cakka hanya tersenyum.

“udah sampai, turun gih. Udah malem.” Suruh cakka. Shilla mengecup pipi cakka dan mengucaokan GOODY NIGHT untuk cakka, setelah itu shilla langsung turun dari mobil cakka dan berlari menuju pintu rumahnya.

***
‘he's come back. tapi, lo cuma masa lalu gue raka. Cakka masa depan gue. Gue udah pendam dalem-dalem  lo dan kenangan-kenangan kita. Life must go on raka.’ Batin shilla.

Ditempat lain.
“ngapain lo ngajak gue ketemuan malem-malem.”

“cuman mau ngajakin kerja sama doang.”

“kerja sama apaan?”

“.....” orang itu membisikan sesuatu.

“hahaha, gue terima.”

To be continued