Mengejar Restu Ayah
-Prolog-
-Prolog-
Jogja malam ini sangat indah, duduk dipinggir jalan sambil
memandangi kendaraanyang lalu lalang mempunyai kesenangan terendiri.
Begitupun yang sedang dilakukan oleh seorang gadis berambut panjang yang
bergelombang itu, ia duduk dipinggir jalan sambil menikmati suasana
Jogja dimalam hari. Ia menyeruput teh panas yang ia beli di warung dekat
persimpangan itu. saat tengah asyik memperhatikan keadaan sekitarnya,
tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya.
"balik yuk shill." ucap orang itu sambil tersenyum
"bentar napa cakkaaaaaa, lagi enak-enaknya juga."
"besok lagi ya, besok gue bawa lo ke alun-alun. kalo dipinggir jalan kayak gini persis gembel shill."
"muka lo emang muka-muka gembe sih kka."
"asem, udah ayo pulang. nanti gue telfon nyokap lo biar lo dibawa balik ke jakarta dan nggak akan ada lagi liburan ke jogja dan lo bakal dijodohin trus nggak bisa kesini abis itu-----" Belum sempat cakka menyelesaikan kata-katanya, mulutnya sudah ditutup tangannya shilla.
"iya, iya bawel. ayo pulang!"
"dari tadi kek." dumel cakka.
Di dalam mobil cakka, cakka dan shilla hanya saling membisu. cakka sedang serius dengan jalanan sedangkan shilla sedang bergelut dengan pikirannya.
"shill."
"hmm"
"lo mikirin apa sih shill?"
"enggak kok." elak shilla sambil tersenyum. cakka meminggirkan mobilnya dan menatap shilla dengan lembut.
"soal ayah ya?"
"hah? eng.. eng.. enggak kok kka, enggak. beneran deh."
"soal ayah jangan dimasukin hati ya shill, gue akan selalu perjuangin hubungan kita. dan tolong lo perjuangin juga ya. gue nggak tau hidup gue bakal hampa tanpa lo shill. gue cinta sama lo." ucap cakka sambil memegang pipi shilla dengan kedua tangannya. shilla hanya mengangung dan berusaha menahan air matanya agar tak jatuh.
Cakka kembali melajukan mobilnya menuju apartemen shilla. sejak awal mereka pacaran, ayah cakka tak pernah menyetujuinya. tapi, hal itu tak menghalangi cinta mereka. 6 tahun mereka bersama, 6 tahun juga cakka menentang ayahnya dan selama 6 tahun juga shilla sabar menerima cacian ayahnya cakka (ayah tunggul). tapi, Bundanya cakka (bunda idha) sangat menyetujui hubungan mereka, karna menururt bunda idha shilla lah yang bisa merubah cakka menjadi anak yang tak melenceng dari agama. orang tua shilla juga sudah merestui mereka.
***
Prolognya cukup sampai disini.
maaf kalau cerbungnya gaje
maaf kalo typo
dan maaf kalau jelek, hehe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar