-Part 3-
Gadis Masa Lalu?
***
"bangsal mawar nomor 342, mas." tanpa mengucapkan terima aksih, cakka langsung berlari menuju bangsal mawar.
BRUKK
cakka menabrak seorang wanita sampai terjatuh, ia hanya mengucapkan 1 kata 'sorry' dan langsung berlari pergi tanpa membantu wanita itu.
'itukah cakka nuraga? sangat tampan, gue harus bisa jadi pacarnya biar bisa mendongkrak karier gue dan menghancurkan shilla. hahaha.' batin wanita yang ditabrak cakka tadi.
***
Cakka terus berlari, ia menabrak beberapa orang yang lalu lalang dirs tersebut. Cakka tak mempedulikan ocehan orang-orang yang ditabraknya. pikirannya kacau, cakka terus berlari dan baru berhenti ketika melihat ruangan bernomor 342. Secepat mungkin cakka memutar handle pintu ruangan tersebut dan mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan. Pandangannya berhenti ketika melihat seorang gadis yang sangat ia cintai terbaring lemah di ranjang.
"shilla."ucapnya lirih, namun shilla bisa mendengarnya. shilla menoleh ke arah cakka. cakka langsung berlari kearah ranjang dan memeluk shilla yang terbalut perban dibeberapa bagian tubuhnya.
"maafin gue." bisik cakka tepat ditelinga shilla. Shilla hanya terdiam.
"gu.. gue.. gue maafin lo kok." ucap shilla sambil menahan air matanya agar tak membuat sungai dipipinya.
Cakka melepaskan pelukannya dan tersenyum manis kepada shilla sebagai ucapan terima kasih. lalu merekapun tenggelam dalam diam. cakka mencoba membuka pembicaraan.
"shill." panggil cakka, shilla hanya menoleh dan menatap cakka dengan tatapan bertanya (?)
"soal kemaren itu, gue sama oik..." Cakka menceritakan semua tentang kejadian tadi siang saat oik dan dirinya bertemu di mall.
Siang itu, cakka sedang mencari cincin untuk shilla sebagai hadiah anniv mereka yang ke-6. tak sengaja ia bertemu dengan oik, saat ingin menyapanya tiba-tiba oik bergelayut mesra di lengan kananya. cakka menatapnya dengan tatapan ingin membunuh. oik yang menyadari tatapan cakka itu langsung berbisik tepat di telinga cakka "aku dikejar sama ozy, tolong bantuin aku kali ini aja. abis itu aku akan pergi dari kehidupanmu dan aku akan membatalkan perjodohan kita. oke? please, tolongin aku kali ini aja" Cakka hanya mengangguk dan menjalankan actingnya dengan oik.
"siapa dia ik?"
"dia tunanganku." ucap oik yang masih bergelayut mesra dilengan cakka.
"lo siapa? jangan pernah ganggu tunangan gue lagi." ucap cakka. Ozy pun langsung meninggalkan mereka. oik segera melepaskan tangannya dari lengan cakka.
"makasih banget, kita makan dulu yuk kka. nanti aku kasih tau tentang rencana pembatalan perjodohan kita. ok?" ucap oik sambil mengedipkan sebelah matanya dan berjalan mendahului cakka.
sesampainya di foodcourt, mereka -cakka dan oik- langsung duduk dan memesan makanan. oik segera menceritakan tentang rencananya itu, dan oik juga menceritakan bahwa ia sudah punya pacar di jakarta nama pacarnya adalah obiet. Setelah selesai makan, oik berpamitan kepada cakka untuk pulang ke hotel dan langsung bertolak ke jakarta. Cakka kembali melakukan perburuan cincin untuk shilla.
"jadi waktu itu.... (menghela nafas) maafin gue ya kka udah nggak percaya sama lo." cakka hanya tersenyum.
"nggak pap kodok cantikku, ini (nyodorin kota perhiasan yang berbentuk love)."
"ini apaan kka?"
"happy anniv 6th sayang. (nyium kening shilla)."
"sorry, gue nggak bisa kasih lo hadiah. dan selama 6th ini mungkin ge belum bisa buat lo bahagia kka."
"dengan lo disamping gue aja gue udah bahagia bange kok shill, sekarang buka deh." ucap cakka. shila langsung membuka kota perhiasan yang diberi oleh cakka.
"(kaget) bagus banget kka cincinnya :)."
"sini aku pakein cincinnya."
"makasih." ucap shilla
"didalam cincin ini, ada ukiran nama gue sama lo. gue harap kita akan slalu bersama sampai maut memisahkan kita. o iya, kenapa lo bisa sampai kecelakaan sih?"
"waktu itu...."
Shilla berlari menuju mobilnya dengan menerobos hujan. ia langsung masuk ke mobil honda jazz merahnya. disitu, ia menangis sejadi-jadinya. rasa perih masih melanda pipinya. "SHILLA" shilla mendengar teriakan cakka. ia langsung menyalakan mesin mobilnya dan memacunya dengan kecepatan tinggi. pikirannya saat ini sangat kacau. ia tak mempedulikan rambu-rambu lalu lintas, beberapa lampu merahpun ia terobos *jangan ditiru* Saat ia menghadapi tikungan tajam, ia tetap tak mengurangi kecepatan mobil nya. sampai ia melihat anak kecil yang akan menyebrang ditikungan itu. shilla langsung menginjak rem mobilnya. tapi nihil, mobilnya tak kunjung berhenti. akhirnya ia membilih membanting stir kekiri dan menarak trotoar. anak kecil yang hampir shilla tabrak langsung berteriak meminta tolong. beberapa warga sekitar langsung mengerumuninya dan segera melarikan shilla kerumah sakit.
"makanya, lain kali hati-hati." nasehat cakka, shilla hanya memanyunkan bibirnya. cakka tertawa melihat tingkah kekasihnya itu.
***
Hari sudah malam, cakka memutuska untuk menelfon ayahnya agar beliau tak khawatir. Cakka memutuskan untuk istirahat di rumah sakit. saat akan memejamkan matanya, cakka mendengar bunyi yang ditimbulkan oleh perutnya, ia sadar sejak tadi siang belum ada sedikitpun makanan yang masuk ke perutnya.
"gue beli makan dulu ya shil, mau pesen apa?"
"ice cream ya kka."jawab shilla dengan semangat. cakka menghampirinya dan mengelus rambut shilla dengan penuh kasih sayang. Kamu lucu, dua kata yang keluar dari mulut cakka dan dua kata tersebut berhasil membuat shilla tersipu.
Cakka meninggalkan ruangan shilla sambil memegang perutnya yang sedang bawel tersebut. Cakka tak melihat jalan karena sibuk ngomelin perutnya *aneh* tiba-tiba ia menabrak seorang wanita *nabrak terus kerjaannya*
BRUKK
aduh, sebuah kata yang diucapkan oleh cakka dan wanita tersebut. Cakka segera berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantu wanita tersebut. matanya seakan ingin keluar dai tempatnya ketika melihat siapa wanita yang ditabraknya.
"cia.."
"ca... cakka ya? aaaa (memeluk cakka) makin ganteng aja kamu ."
"apa kabar cia?"
"baik, kamu?"
"alhamdulillah baik."
tiba-tiba perut cakka berbunyi, hal tersebut membuat wanit itu -cia- tertawa. akhirnya cia mengajak cakka untuk barengan menuju foodcourt. keika sampai di foodcourt, cakka langsung memesan beberapa makanan yang dibungkus untuk dibawa keruang rawat shilla. cia menatap cakka dengan heran.
"buat aku dan shilla." ucap cakka singkat sambil mengambil 2 buah ice cream magnum.
"pacarmu ya?" tanya cia, cakka hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan cia.
"sakit apa kka?"
"kecelakaan tadi siang di deket bugel." cia hanya mengannguk-angguk dan membulatkan mulutnya.
Cakka dan cia jalan beriringan menuju ruang rawat shilla. tadi cia memutuskan untuk menjenguk pacar cakka. saat sampai didepan ruang rawat shilla, cakka memutar hendle pintu dan membirakan cia untuk masuk duluan *mupeng* shila yang sedang asyik mengganti-ngganti channel tv langsung menoleh dan menatap cia dengan heran, saat cakka muncul dari belakang cia, shilla langsung melototin cakka.
"oiya kenalin, ini cia."
"KETZIA LAURENTYA, sahabat masa kecil cakka sekaligus mantannya cakka sewaktu dia smp." ucap cia sambil menyalami shilla.
"shilla, pacarnya cakka." ucap shilla dengan cuek dan langsung mengalihkan pandangannya ke tv lagi.
***
shilla hanya diam sejak 1 jam yang lalu. ia merasa bosan, akhirnya ia memutuskan untuk mendengarkan musik dari i-phone'nya, sedangkan cakka? ia sedang sibuk dengan cia, , mantannya. shilla mendengus saat tangan cia sesekali menggelitikki cakka.
"kka." panggil shilla. tapi cakka masih ayik dengan mantannya itu.
"tuan cakka kawekas nuraga." ucap shilla dengan penuh penekanan.
"apasih shill?"
"udah jam 9, lo sama ketzia nggak pulang?"
"gue nginep."
"udah malem, aku ante kamu pulang ya cia." lanjut cakka.
'ngomong sama gue aja oake lo-gue, kalo sama ketzia? aku-kamu. dih, sok sweet' batin shilla kesal.
***
sudah seminggu ini shilla berdiam diri dirumah, ya sejak seminggu yang lalu shilla sudah boleh pulang, tapi ia harus istirahat dulu agar kakinya yang patah itu bisa sembuh total. selama seminggu ini juga shilla dibuat kesal oleh caka. karna seminggu ini cakka banyak berubah jarang menghubunginya dan berkunjung kerumah. tiba-tiba pikiran shilla kembali ke kejadian 3 hari yang lalu saat dirinya menelfon cakka, ada suara wanita disana.
Beberapa kali shilla mendengus kesal, karena cakka tak kunjung menghubunginya. akhirnya ia memutusan untuk menghubungi cakka.
"hallo kodok."
"lagi dimana kka?"
"dirumah, kenapa?"
"kagak, cuman tanya doang."
'cakka! ini i-pad mu. capek tau bolak-balik taman-kamarmu terus, km pikir rumahmu kagak luas apa?'
'makasih kakak cia, kakak cia baik deh.'
'nggak usah muji-muji kayak gitu, ayo jalan.'
'oke wuff'
"haloo shill?"
"ya kka?"
"aku pergi dulu ya, nanti aku telfon lagi.."
'cakka, cepetan!.' teriak cia
'iya cia my wuff' ucap cakka
"goodbye kodok cantikku."
"apa lo akan balik sama gdais masa lalu lo itu kka? gue takut kalo lo balik sama dia, hati ge udah sepenuhnya buat lo. gue nggak tau gimana hidup gue tanpa lo." ucap shilla sambil memperhatikan cincin pemberian cakka yang berada di jari manis kanannya.
"KETZIA LAURENTYA, sahabat masa kecil cakka sekaligus mantannya cakka sewaktu dia smp."
'iya cia my wuff'
***
sekedar info aja, kalau Ketzia itu bukan cewek yang ditabrak cakka -baca Part 2- Cewek yang ditabrak cakka itu munculnya nanti di part 4 atau part 5 gitu :))

Tidak ada komentar:
Posting Komentar