Jumat, 30 Agustus 2013

Diary Ashilla (Prolog)


Hallo mimin yang cuntiks come back dengan cerbung gaje ke 3 J
But, maaf yang MRA and CDKT super duper ngaret.
‘cause otak mimin kesumbat es buah :G
Haha bacot banget yah mimin.
Lets Read guys! Don’t frget like or comment :D



Diary Ashilla
Nyanyian Jam weker membelah sunyinya pagi. Sang empu yang mendengar nyanyian merdu jam wekernya mengerjap-kerjapkan matanya dan mengumpulkan nyawa yang semalam melayang kedunia mimpi yang indah. Setelah seluruh nyawanya kembali pada raganya ia mematikan jam weker yang berisik itu.

Ia,  adalah ASHILLA ZAHRANTIARA seorang gadis berusia 15tahun yang baru lulus SMP beberapa bulan yang lalu. Hari ini adalah hari pertamanya masuk sekolah dan hari pertama MOS.

Gadis itu langsung menuju kamar mandi untuk sholat subuh, kebetulan masih jam setengah lima, kemudian ia lanjutkan untuk membersihkan diri alias mandi.

***

Today, 1st August 2013
First day in Senior High School !!
OMG, nggak percaya bentar lagi udah pake seragam putih abu-abu.
Be nice day please J
                                                                                                                -ashilla z-

***

Ashilla POV
Aku melihat pantulan tubuhku dicermin, sangat aneh memang. ‘Cause  pakaian yang ku kenakan seperti pakaian orang gila yang habis diputusin sama pacarnya. HAHA. Aku tertawa melihat diriku sendiri. Rambut yang dikepang dua tanpa poni, kaca mata kuda, sayur-sayuran yang tergantung dileher beserta nama dada yang terbuat dari kardus bertuliskan ‘KODOK’, ditambah lagi kaos kaki dan sepatu yang beda warna dan tas dari karung yang dihiasi pita berbagai macam warna. Ohmy god, rasanya aneh sekali. Tapi tak apalah, hanya tiga hari shilla. Putih abu-abu I’m Coming!

“Shilla!” kudengar suara merdu mama meneriaki namaku, pertanda sarapan pagi akan segera dimulai!

“Iya mah, shilla turun sekarang!” Ucapku dengan suara tak kalah merdu dengan suara mama. Aku segera menyambar tas karungku dan berlari menuruni tangga. Ya, memang kamarku berada dilantai dua. Rumah yang kutinggali bersama kedua orang tuaku dan kakak perempuanku ini bernuansa minimalis. Memang rumahku tak besar dan mewah, tapi sangat nyaman. Di bawah, terdapat dapur, ruang makan, ruang keluarga, dua kamar tamu, 2 kamar asisten rumah tangga, taman dan kolam ikan dibelakang rumah, dan halaman yang tak terlalu besar. Sedangkan lantai atas terdapat mushola kecil, studio mini, 4 balkon karena ada 4 kamar, yang  pertama (kamar utama) adalah kamar ayah dan mamaku, sedangaka yang dua kamar adalah kamarku dan kakakku –Angel- sedangkan 1 kamar lagi untuk kamar tamu. Ah, kenapa aku bercerita tentang rumahku? Kita kembali ke aktivitasku.

“Morning adikku suyung, morning ayah, morning mamaku yang cuntiks.” Sapa kakakku dengan nada alay nya itu. Aku hanya memutar bola mataku, pertanda bahwa aku muak dengan sikap kakak perempuanku itu.

“Morning.” Koor ayah dan mama membalas sapaan si kakak 4L4y ku.

“buakakakaakakakakakakaka” Ledakan tawa kak Angel menggema.

“Paan sih?”

“WAHAHAHAHAHHAHA Kau seperti orang gila yang baru diputusin pacar WAHAHAHAHAHA.”

“whatever.” Setelah selesai melahap roti dan susu coklat ku, aku segera berpamitan kepada kedua orang tuaku. Aku berangkat bersama kakak alay ku, karna memang sekolahku satu arah dengan universitas dimana kakakku melanjutkan studynya.

Setelah menempuh perjalanan 45menit, akhirnya aku sampai disekolah baruku. Senior High School Bima Sakti, sekolah terfavorite di jakarta *ngarang*. Rasa bangga sekaligus kagum saat aku memasuki gerbang sekolahku yang sangat megah ini.

“Shilla!” teriak seseorang dari belakangku, aku menoleh.

“Ify? Via? Aaa kangen.” Teriakku sambil berlari menghampiri mereka. Ify dan Via adalah sahabatku sejak kecil. Sebenarnya ada satu lagi saahabat kecilku, namun ia kini tinggal di luar negeri, namanya Agatha Pricilla, biasa di panggi Prissy.

“Oh iya shill, kamu kelas berapa?”

“Belum liat fy.”

“ya udah. Yuk liat dimading.” Ajak Via.

***

Other POV
Mereka bertiga –Shilla Ify Via- berjalan beriringan menuju mading. Keadaan mading sangat ramai dipenuhi banyak siswa-siswi yang sedang melihat pengumuman kelas sementara.  Mereka memutuskan untuk duduk di taman sambil menunggu agar keadaan didepan mading lenggang. Setelah keadaan agak lenggang, mereka baru mendekat ke arah mading.

“YEAY! Kita sekelas.”teriak Via.

“YEAY!” teriak Ify dan Shilla bersamaan.

“Kita cari kelas kita yuk vi, fy.”

SKIP

SKIP

SKIP

Bel masuk bernyanyi nyaring. Sejenak, semua siswa yang berada dikelas masing-masing langsung menuju ke lapangan untuk melaksanakan upacara pembukaan MOS.

SKIP

SKIP

 SKIP

Jam menunjukkan pukul 2.00 PM WIB, pertanda acara MOS telah usai. Shilla langsung meenghubungi Kakaknya untuk menjemputnya di sekolah.

Setelah menungu beberapa menit, akhirnya angel datang juga. Seulas senyum terpancar dari wajah shilla.

“Kok lama sih kak?”tanya shilla ketika sudah berada di mobil Juke Putih milik angel.

“Ada gangguan teknis tadi.” Cengir angel.

“Yee.. pacaran mulu.”

“Biarin, pacaran itu buat kita merasa senangggg.”

“Whatever”

***

1st August 2013
Melihat wajahnya yang rupawan itu,
Membuat jantung ini berdetak kencang.
Melihat sorot matanya,
Membuat hatiku tenang.
Namun, mana matahari yang bersinar diwajahnya?
Apakah tak ada matahari di wajah rupawannya itu?
Apakah matahari itu terbawa oleh perempuannya?
Ah tuhan,
Aku berharap bisa melihat seulas senyum
Diwajah rupawannya itu :’)
                                               
                                                                                                -Ashilla Z-

#FlashBack
Ashilla POV
Kami berjalan memasuki kelas sambil bercanda ria. Via dan Ify duduk semeja, sedangkan aku duduk bersama zeva –teman smp ku- yang berada di barisan ke tiga dari depan.

Perlahan kelas mulai ramai dengan manusia-manusia berseragam putih biru. Semua siswa-siswi terlihat bahagia dan gembira. Namun, kurasa tidak untuk laki-laki berjacket abu-abu bergambar bendera italia, ia –laki-laki itu- duduk menyendiri di pojok kelas, tangannya ditumpuk untuk ia jadikan bantal entah apa yang membuatku tertari untuk memandanginya.

Bel masuk pun benyanyi, membuat ku terbangun dari lamunanku tentang lelaki itu. Lelaki itu memandangku ketika aku masih memandangnya, pandangan kami bertemu beberapa detik. Lalu ia pergi begitu saja. Aku semakin penasaran dengan wajah murungnya.

Kami berbaris sesuai kelas masing-masing. Berteman dengan terik matahari membuatku sedikit pusing, namun akhirnya upacara pembukaan MOS telah berakhir dan semua siswa-siswi langsung membubarkan barisan dan berlari menuju kelas masing-masing.

Agenda Hari ini hanya perkenalan pada lingkungan sekitar dan warga sekolah. Seorang guru berjilbab biru tua yang sama dengan warna bajunya memasuki kelasku, kelas yang mulanya ramai kini menjadi sangat sepi dan tenang.

Kemudian Bu Ira guru Kimia kami, mengajak kami untuk berkenalan dengan Kimia. Bu Ira memang guru yang sangat humoris. Semua siswa tertawa lepas ketika bu Ira meleepaskan leluconnya, namun tidak untuk laki-laki tadi. Ia hanya diam dan tak menggubris bu Ira yangsedang melepaskan lelucon yang menurutku amat sangat lucu.

‘ada apa dengannya?’


Tara! Gimana ceritanya?
SUPER DUPER GAJE BANGET KAN GUYS?
Yang terlanjut baca, suka ataupun tidak suka tetep LIKE OR COMMENT PLEASE J <3
Xoxo.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar